<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354</id><updated>2012-01-17T18:23:49.341+07:00</updated><category term='taubat'/><category term='Mr. Ziauddin Sardar'/><category term='Islam'/><category term='SMU'/><category term='wajah'/><category term='remaja rendah diri'/><category term='proses fisik'/><category term='Komputer'/><category term='era digital'/><category term='proses materi'/><category term='bau badan'/><category term='kritik'/><category term='mengenal diri'/><category term='keluarga'/><category term='Tokoh'/><category term='bahagia'/><category term='janji Allah'/><category term='qurban'/><category term='lapotuak.wordpress.com'/><category term='idul adha 1429 H'/><category term='pemimpin'/><category term='Bilangan Biner'/><category term='Cerpen dan Puisi'/><category term='diskotik'/><category term='makan bersama'/><category term='orang yang bertaqwa'/><category term='surga'/><category term='ketiak'/><category term='amal ibadah'/><category term='bioskop'/><category term='Info dan Tips'/><category term='Para Penghina Nabi'/><category term='kenakalan remaja'/><category term='seni'/><category term='Kartun Nabi Muhammad'/><category term='IPA'/><category term='dosa'/><category term='anak-anak'/><category term='pahala'/><category term='belenggu'/><category term='korupsi'/><category term='senyum'/><category term='cafe'/><category term='Nabi Muhammad'/><category term='merias rohani'/><title type='text'>INNERSOUNDS</title><subtitle type='html'>Welcome to Innersounds. Enjoy yourself here because your satisfaction is my respectability. Thank you a lot.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-2912248041930137967</id><published>2009-01-07T09:08:00.002+07:00</published><updated>2009-01-07T09:14:50.851+07:00</updated><title type='text'>Innersounds Gabung ke elwara.net</title><content type='html'>Salam'alaikum sahabat semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung saya sudah fokus di website &lt;a href="http://elwara.net"&gt;elwara&lt;/a&gt;, maka dengan ini saya akan memindahkan semua postingan saya di innersounds ini ke alamat &lt;a href="http://elwara.net"&gt;elwara&lt;/a&gt;. Untuk itu, selama 1 bulan ke depan, saya akan pindahkan semua arsip di innersounds ke &lt;a href="http://elwara.net"&gt;elwara&lt;/a&gt;, lalu akan menutup blog ini. Mohon maaf dan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-2912248041930137967?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/2912248041930137967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=2912248041930137967' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/2912248041930137967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/2912248041930137967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2009/01/innersounds-gabung-ke-elwaranet.html' title='Innersounds Gabung ke elwara.net'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-7206952958396182677</id><published>2008-12-11T11:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T12:33:50.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenakalan remaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses fisik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak-anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='remaja rendah diri'/><title type='text'>Aku Tidak Kecil Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SUClKYQ8ENI/AAAAAAAAALQ/mesZFSJxFVc/s1600-h/masa+transisi+remaja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 91px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SUClKYQ8ENI/AAAAAAAAALQ/mesZFSJxFVc/s200/masa+transisi+remaja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278400361008992466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;Prof. Dr. Zakiah Daradjat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang remaja berumur 15 - 18 tahun menangis tersedu-sedu tatkala ia dimarahi oleh ayahnya di hadapan orang lain. Pangkal soalnya adalah, ia lupa untuk menyampaikan pesan ayahnya kepada seseorang. Sambil menunduk, ia berjalan perlahan-lahan memasuki kamar. Ia menelungkupkan wajahnya ke tempat tidur. Ia menyesal, kendati ia tidak sengaja melupakan pesan itu. Tapi, ia juga sangat malu, lantaran ayahnya seolah-olah sengaja melecehkan dirinya di depan orang lain. Ia merasa lebih malu lagi saat ayahnya mengatakan, kamarnya berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi apa yang dirasakan oleh seorang remaja putri, yang dimarahi oleh orang tuanya, dekat temannya, karena ia terlambat pulang. Ia juga tidak habis mengerti mengapa orang tuanya mengejeknya sebagai orang yang tidak pandai bergaul, pemalas, tidak mau bekerja, bahkan mandipun malas. Gadis itu, yang saat ini duduk di kelas 2 SMU, sangat malu dan tidak berani menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mereka di atas, banyak lagi remaja yang merasa dirinya sudah besar, tetapi dipandang oleh orang tuanya seperti anak kecil saja. Banyak pula orang tua yang suka membandingkan anaknya yang telah remaja dengan dirinya dahulu, ketika ia seumur anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, remaja yang sedang mengalami pertumbuhan fisik yang cepat dan perkembangan kecerdasan yang hampir berakhir akan mudah tersinggung. Kepribadian mereka pun labil. Lantaran itu, mereka memerlukan dorongan untuk memperkuat dirinya. Dan, yang mereka butuhkan, untuk itu, ialah pengertian orang tua terhadap kondisi yang labil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umur-umur tersebut, remaja sibuk menghadapi perkembangan cepat yang sedang dilaluinya. Ada yang merasa wajahnya kurang ganteng, kurang mendapat perhatian dari teman-teman lawan jenis, seolah-olah dirinya tersisih dari teman-temannya. Kadang-kadang merasa condong untuk diam, tidak mau berbicara dengan orang tuanya, karena takut tidak akan diperhatikan, atau orang tuanya selalu bersikap otoriter, mengecam, meremehkan, dan tidak mau mendengarkan keluhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itulah yang menyebabkan hampir semua remaja tertutup kepada orang tuanya. Padahal, pada saat yang sama, mereka membutuhkan tempat menumpahkan perasaan dan keluhannya. Dan sebenarnya, orang tuanyalah tempat pertama ia untuk mengadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita menemukan remaja yang merasa tertekan oleh orang tuanya sendiri. Mereka takut atau enggan berbicara kepada orang tuanya, yang disangkanya tidak mau mendengar keluhannya, atau menjawab dengan kata-kata keras, sinis, dan bangga diri. Bahkan, tidak jarang remaja yang telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tidak berani mengungkapkan pendapatnya kepada orang tuanya, atau kepada orang dewasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah mereka adalah masalah rendah diri. Harga diri mereka tidak berkembang. Mereka tidak mampu merasakan bahwa ia telah besar, karena selalu dipandang kecil oleh orang tuanya. Wallahu 'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-7206952958396182677?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/7206952958396182677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=7206952958396182677' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/7206952958396182677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/7206952958396182677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2008/12/aku-tidak-kecil-lagi.html' title='Aku Tidak Kecil Lagi'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SUClKYQ8ENI/AAAAAAAAALQ/mesZFSJxFVc/s72-c/masa+transisi+remaja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-1834844894073014867</id><published>2008-12-09T20:22:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T20:28:04.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='qurban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul adha 1429 H'/><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H</title><content type='html'>Innersounds mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL ADHA 1429 H&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ibadah qurban kita diterima oleh Alloh, SWT. Aamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-1834844894073014867?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/1834844894073014867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=1834844894073014867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/1834844894073014867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/1834844894073014867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-raya-idul-adha-1429-h.html' title='Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-5515577022950107057</id><published>2008-11-20T22:23:00.001+07:00</published><updated>2008-11-20T23:16:32.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Para Penghina Nabi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lapotuak.wordpress.com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kartun Nabi Muhammad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi Muhammad'/><title type='text'>Hukum Para Penghina Nabi Muhammad S.A.W.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSWLyHLDpyI/AAAAAAAAALI/KyZKX1I7ej0/s1600-h/hukum+mati.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270772631942178594" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 96px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSWLyHLDpyI/AAAAAAAAALI/KyZKX1I7ej0/s200/hukum+mati.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Allahu Akbar..., Allahu Akbar..., Allahu Akbar...!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rupanya, kelompok "Para Penghina Nabi Muhammad SAW" kembali meluncurkan rudalnya yang berbentuk kartun di dalam situs yang bernama lapotuak.wordpress.com. Dalam kartun tersebut, digambarkan sosok Nabi yang sedang berhubungan intim dengan istri-istrinya yang sedang berpakaian yang minim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allahu Akbar..., Allahu Akbar..., Allahu Akbar...! Melihat gambar kartun tersebut, terbakar dada ini dengan panas api yang membara serasa ingin menghabisi si pembuat kartun. Bagaimana tidak! Sosok manusia yang paling mulya itu, beserta para keluarganya terutama istrinya, telah dilecehkan harkat dan martabatnya di media internet yang notabene dilihat ratusan juta pasang mata di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seandainya Khalifah Umar bin Khattab R.A., masih hidup, sudah barang tentu beliau akan langsung mengeluarkan pedangnya untuk mencari si pembuat kartun sampai dapat. Namun tentunya, tindakan semacam Khalifah yang demikian itu tidak akan ditolerir lagi di zaman sekarang karena manusia sekarang telah menganut hukum dunia yang melarang perbuatan kekerasan terhadap orang lain sehingga untuk mengatasi hal semacam itu telah diamanatkan kepada pihak yang berwenang (Pemerintah, dalam hal ini Kepolisian) untuk bertindak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Para Penghina Nabi", memang telah berbuat sangat-sangat-sangat keji di dalam aksinya dan tidak bisa ditolerir oleh agama apapun. Namun tentunya, jangan kita (Umat Islam) terpancing emosinya dengan mudah. Apalagi sampai membabi buta melampiaskan kemarahan kepada pihak tertentu yang tidak tahu menahu masalahnya. Sekarang, biarlah aparat pemerintah kita yang bertindak dengan tegas. Cari itu pelakunya sampai dapat untuk dimintai pertanggung-jawabannya dan menerima hukumannya di dunia, karena walaupun tidak dapat di dunia, "Sang Para Penghina Nabi" ini telah ada jatah tempatnya di Neraka yang paling dasar lokasinya, yaitu Neraka Jahannam. Wallahu'alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-5515577022950107057?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/5515577022950107057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=5515577022950107057' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/5515577022950107057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/5515577022950107057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2008/11/hukum-para-penghina-nabi-muhammad-saw.html' title='Hukum Para Penghina Nabi Muhammad S.A.W.'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSWLyHLDpyI/AAAAAAAAALI/KyZKX1I7ej0/s72-c/hukum+mati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-2236627330286075650</id><published>2008-11-05T08:25:00.002+07:00</published><updated>2008-11-12T10:36:51.828+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amal ibadah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janji Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pahala'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang yang bertaqwa'/><title type='text'>Janji Allah Bagi Orang Yang Bertaqwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264986933600435794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SRD9uJRTvlI/AAAAAAAAAIM/55bWRiaPGds/s200/images.jpg" border="0" /&gt;1. &lt;strong&gt;Akan mendapat penjagaan dari Allah dari musuh yang jahat&lt;/strong&gt;. "Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipudaya mereka sedikit pun tidak akan mendatangkan kemadlaratan kepadamu". (Q.S. Ali Imran, 120).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. &lt;strong&gt;Amal-amalnya akan diperbaiki dan dosa-dosanya akan diampuni&lt;/strong&gt;. "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu segala dosamu". (Q.S. Al Ahzab, 70-71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Akan mendapatkan penghargaan yang tinggi dari Allah&lt;/strong&gt;. "Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan". (Q.S. Ali Imran, 186).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Akan diterima Allah segala amal shalehnya&lt;/strong&gt;. "Sesungguhnya Allah hanya menerima pengabdian dari orang-orang yang bertaqwa". (Q.S. Al Maidah, 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Akan meraih rahmat Allah dan mendapatkan cahaya hidayah (nur) dari Allah&lt;/strong&gt;. "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua kali (di dunia dan di akhirat) dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dalam kebenaran dan Allah mengampuni kamu. Karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S. Al Hadid, 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;strong&gt;Akan meraih kemuliaan dalam kehidupan dunia dan akhirat&lt;/strong&gt;. "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu, di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (Q.S. Al Hujurat, 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;strong&gt;Akan selalu dicintai dan dikasihi oleh Allah&lt;/strong&gt;. "Sesungguhnya Allah amat menyukai orang-orang yang bertaqwa". (Q.S. At Taubah, 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;strong&gt;Akan diselamatkan oleh Allah dari ancaman api neraka&lt;/strong&gt;. "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa". (Q.S. Maryam, 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;strong&gt;Akan dihilangkan kesedihan dan kegelisahan di dunia dan di akhirat:&lt;/strong&gt; “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak pula mereka diperbudak duka cita. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (Q.S. Yunus 62-63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;strong&gt;Akan diberikan ilmu oleh Allah:&lt;/strong&gt; “Dan bertaqwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarmu. Karena Allah Maha Mengetahui terhadap semua makhluk-Nya. (Q.S. Al-Baqarah 282).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;strong&gt;Akan mendapat dukungan serta pertolongan dari Allah:&lt;/strong&gt; “Sesungguhnya Allah selalu beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang selalu berbuat kebaikan. (Q.S. An-Nahl 128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;strong&gt;Akan tinggal di surga selama-lamanya:&lt;/strong&gt; “Surga yang luasnya melebihi luasnya langit dan bumi itu disediakan hanya untuk orang-orang yang bertaqwa. (Q.S. Ali Imran 133).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;strong&gt;Akan dimudahkan segala urusannya:&lt;/strong&gt; “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya kemudahan di dalam segala urusannya. (Q.S. At-Thalaq 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;strong&gt;Akan memiliki filling dan firasat yang kuat:&lt;/strong&gt; “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu dan akan mengampuni segala dosa-dosamu. Karena Allah-lah Pemilik karunia yang paling Agung. (Q.S. Al-Anfal 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &lt;strong&gt;Akan dilebur segala dosanya dan dilipat gandakan pahalanya:&lt;/strong&gt; “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari kesulitan yang dihadapinya serta Allah akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. (Q.S. At-Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-2236627330286075650?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/2236627330286075650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=2236627330286075650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/2236627330286075650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/2236627330286075650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2008/11/janji-allah-bagi-orang-yang-bertaqwa.html' title='Janji Allah Bagi Orang Yang Bertaqwa'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SRD9uJRTvlI/AAAAAAAAAIM/55bWRiaPGds/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-2866381507807146109</id><published>2008-03-11T12:18:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T18:46:45.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senyum'/><title type='text'>Senyum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R9YXuMy6-fI/AAAAAAAAAEc/o7CMd2Tbsyg/s1600-h/Smile.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176350904185190898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R9YXuMy6-fI/AAAAAAAAAEc/o7CMd2Tbsyg/s200/Smile.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anggapan bahwa sebagian ummat Islam mudah menjadi pemberang dan sering bermuka masam, semestinya tidak perlu ada. Bukankah Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan bagi ummatnya, dikenal sebagai manusia yang sangat ramah dan sangat murah senyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Lalu, bila kemiskinan harta menjadi alasan seseorang sulit tersenyum, agaknya itu juga tidak sepatutnya. Nabi Muhammad SAW juga tak bisa dibilang kaya harta ketika hidupnya. Sebagai pemimpin yang miskin harta itu, beliau ternyata justru senantiasa mampu tampil berseri-seri, memancarkan sinar yang mampu memberi daya hidup bagi sahabat-sahabatnya. Seorang sahabat Rasulullah mengisahkan bahwa wajah beliau penuh senyum dan cinta kasih terhadap sesamanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Lantas bagaimana agar seorang muslim dapat tampil menjadi pribadi yang ramah dan murah senyum? Kuncinya ada pada hati (&lt;i&gt;qalb&lt;/i&gt;). Wajah yang cerah berseri hanya akan muncul dari hati yang tenang dan tenteram. Al-Quran telah menunjukkan resep bagaimana agar kita dapat meraih hati yang tenang dan tenteram, yaitu: hendaklah kita senantiasa mengingat Allah SWT (Q.S. 13 : 28).&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Dengan senantiasa mengingat Allah SWT, kita akan selalu yakin atas keberadaan-Nya sebagai &lt;i&gt;Rabbul ‘Alamin&lt;/i&gt; (Maha Pemelihara Alam Semesta). Keyakinan ini menjadikan kita yakin bahwa kita tidak hidup seorang diri. Kita juga menjadi yakin bahwa kalau kita bekerja keras dengan didasari niat yang baik serta memenuhi kehendakNya (perintah dan laranganNya), Sang Maha Pencipta pun akan menolong kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Bila keyakinan seperti itu terus kita pelihara dalam diri kita, Insya Allah, kita tidak akan lagi dihinggapi perasaan gelisah atau cemas akan kelangsungan hidup kita, sekalipun berbagai kesulitan hidup tengah mendera kita. Justru dengan kesulitan-kesulitan hidup itu, barangkali Sang Maha Pencipta sedang menguji cinta kita kepadaNya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Dengan hati yang tanpa beban, tersenyum akan terasa sangat ringan. Demikian pula sebaliknya, dengan senyum yang tanpa beban, maka hati akan terasa ringan. Seorang ulama pernah memberikan nasihat, jika kita merasakan dada sesak disertai dengan keinginan untuk menangis, cobalah paksakan untuk tersenyum. Senyum dapat menjadi terapi kejiwaan untuk mengurangi kesesakan dada dan dorongan untuk bersedih.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Di samping menimbulkan dampak positif kepada si empunya, senyum juga sekaligus memberi dampak positif kepada orang yang disenyumi. Senyum adalah cara yang paling mudah dan paling murah untuk berbagi sukacita, harapan, dan kebahagiaan kepada sesama. “Senyummu yang kau tunjukkan kepada saudaramu, adalah sedekah” (Sabda Rasulullah SAW).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Mari berdo’a&lt;/span&gt; &lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Ya Allah…, aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimatMu yang sempurna – dari kemarahanNya dan siksaNya, dari kejelekan hamba-hambaNya, dan dari godaan syaithon. Ya Allah…, aku memohon perlindungan kepadaMu dari semua itu. (H.R. Ibnu Sina).&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;Ya Allah…, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Engkau dari susah dan duka, dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari lemah dan malas, dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari penakut dan kikir, dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari tertindih hutang dan kezaliman orang lain. (H.R. Abu Dawud). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-2866381507807146109?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/2866381507807146109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=2866381507807146109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/2866381507807146109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/2866381507807146109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2008/03/senyum.html' title='Senyum'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R9YXuMy6-fI/AAAAAAAAAEc/o7CMd2Tbsyg/s72-c/Smile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-590669984752477446</id><published>2008-03-06T09:46:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T18:46:45.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Walau cuma mimpi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R89b-yDTlEI/AAAAAAAAAD0/nf0fide5d-A/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R89b-yDTlEI/AAAAAAAAAD0/nf0fide5d-A/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174455631017645122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang rembulan malam&lt;br /&gt;Rasa takjub menyelimuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang bintang terang&lt;br /&gt;Terpesona seluruh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang wajah mentari&lt;br /&gt;Gagah terang menyinari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang luasnya samudera&lt;br /&gt;Kecil sekali diri ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memandang megahnya gunung&lt;br /&gt;Rasa kagum merasuki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah rembulan&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah bintang&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah mentari&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah samudera&lt;br /&gt;Kepunyaan siapakah gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuncak hasrat hati&lt;br /&gt;ingin bertemu Sang Pemilik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara padaNya&lt;br /&gt;Bercengkrama padaNya&lt;br /&gt;Berpandangan padaNya&lt;br /&gt;Berhamba padaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah angin hembuskan hasratku&lt;br /&gt;Dapatkah burung terbangkan keinginanku&lt;br /&gt;Dapatkah hujan membasahi kemauanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau cuma lewat mimpiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-590669984752477446?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/590669984752477446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=590669984752477446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/590669984752477446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/590669984752477446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2008/03/walau-cuma-mimpi.html' title='Walau cuma mimpi'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/R89b-yDTlEI/AAAAAAAAAD0/nf0fide5d-A/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-330108373127470259</id><published>2007-04-30T10:51:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T18:46:46.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenakalan remaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makan bersama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Makan Bersama di Rumah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/RjVrgYL5mbI/AAAAAAAAAAg/b_HFptV64Rw/s1600-h/makan+bersama.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059067960412969394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/RjVrgYL5mbI/AAAAAAAAAAg/b_HFptV64Rw/s320/makan+bersama.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;Makan bersama keluarga di rumah merupakan suatu kegiatan positif di dalam rumah tangga untuk terus meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dalam keluarga. Dengan adanya kegiatan makan bersama keluarga di rumah, kita dapat lebih mendalami karakter dari masing-masing anggota keluarga dan meningkatkan ikatan batin antara satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;Menurut penelitian, seringnya melakukan makan bersama keluarga selain untuk menjalin kebersamaan dalam tiap anggota keluarga, juga untuk mengenalkan pada anak suatu konsistensi dan rutinitas, melatih anak berkomunikasi, tata krama, gizi dan kebiasaan makan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu saja, ternyata juga membawa perkembangan baik bagi remaja, dan ini telah terbukti dalam penelitian. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Remaja yang makan bersama keluarga, akan lebih berprestasi di sekolahnya dan lebih kecil kemungkinan untuk jatuh dalam pergaulan yang buruk seperti menggunakan obat-obatan dan alkohol, dan kemungkinan untuk mengalami masalah psikis seperti depresi, dibanding dengan remaja yang jarang makan bersama keluarganya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan terhadap 4.700 remaja, dan kepada mereka semua ditanyakan berapa sering mereka makan bersama keluarga dan seberapa dekat mereka dengan keluarganya. Hampir 27% remaja, makan bersama keluarga sedikitnya 7 kali dalam seminggu dan sekitar sepertiganya, makan satu atau dua kali dalam seminggu, atau tidak pernah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering mereka makan bersama keluarga, semakin kurang kemungkinan mereka menggunakan &lt;i&gt;obat-obatan, alkohol, dan rokok. Juga dalam hal masalah psikis, mereka lebih sedikit yang mengalami depresi, rasa rendah diri, keinginan atau pikiran untuk bunuh diri.&lt;/i&gt; Dan prestasi mereka di sekolah lebih baik. Dan kegunaan makan bersama ini, terutama terlihat pada remaja wanita, walau pada remaja pria juga terlihat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita biasakan kembali makan bersama dengan keluarga di rumah minimal 1 kali dalam sehari, ya selain untuk menghindari hal-hal negatif yang bisa terjadi pada anggota keluarga, makan bersama dengan keluarga juga bisa membuat berat badan anggota keluarga bertambah karena membuat nafsu makan bertambah. Nah, rasakan manfaatnya sendiri. Wallahu 'alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-330108373127470259?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/330108373127470259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=330108373127470259' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/330108373127470259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/330108373127470259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2007/04/makan-bersama-di-rumah.html' title='Makan Bersama di Rumah'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/RjVrgYL5mbI/AAAAAAAAAAg/b_HFptV64Rw/s72-c/makan+bersama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-117246418970303517</id><published>2007-02-26T11:15:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T13:05:37.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketiak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info dan Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bau badan'/><title type='text'>Bau Badan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJbCCn553I/AAAAAAAAAJ4/g8y1wv_ho9o/s1600-h/bau+badan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269874604599011186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 101px; CURSOR: hand; HEIGHT: 101px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJbCCn553I/AAAAAAAAAJ4/g8y1wv_ho9o/s200/bau+badan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bau badan alias BB adalah sesuatu yang pasti dimiliki oleh setiap orang dan hal itu bukanlah suatu permasalahan yang besar. Jika kemudian BB berbau tidak sedap, besar kemungkinan orangnya jorok sekali. BB tidak bisa dihilangkan tapi hanya bisa dicegah agar tidak terlalu bau. BB yang sangat menyengat dapat mengganggu orang-orang disekitarnya dan membuat sipenderita BB tidak percaya diri sehingga ada yang menyamakan sipenderita BB dengan “embeee….”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BB adalah aroma yang ditimbulkan oleh keringat, diproduksi oleh kelenjar keringat yang tercampur bakteri sehingga menimbulkan aroma keringat yang kurang sedap. Masing-masing orang mempunyai BB yang berbeda dan khas. Setiap bagian badan pun memiliki bau spesifik. Bau yang dihasilkan bisa bersumber dari berbagai bagian organ diantaranya, bau mulut, liang telinga, kulit kepala, dan ketiak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BB yang berasal dari bau ketiak dihasilkan oleh kelenjar keringat apokrin di ketiak yang tercampur bakteri. Karenanya bau ketiak (axillary odor) termasuk bau yang paling menonjol diantara bau-bau lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dewasa memiliki 2 juta kelenjar keringat yang terbagi atas kelenjar ekrin dan apokrin. Kelenjar apokrin berbentuk lebih besar dari kelenjar ekrin, terdapat hanya di beberapa bagian tubuh seperti ketiak, sekitar payudara dan pusar serta alat genital. Kelenjar ini menghasilkan cairan kental sebagai pelicin sehingga tidak terjadi gesekan antar kulit untuk menghindari kelecetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau khas keringat ini baru timbul setelah bakteri pada kelenjar apokrin aktif. Kelenjar apokrin lebih banyak terdapat pada pria dibandingkan wanita, dan baru berfungsi setelah mencapai usia pubertas. Makanya problem kebanyakan remaja selain jerawat adalah bau badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keringat itu tidak berbau seberapa banyaknya. Keringat itu hanya faktor pemicu sedangkan yang menimbulkan bau adalah bakteri atau kuman. Kuman ini muncul karena badan tidak bersih atau juga karena pola makanan. Jadi BB muncul karena orang tersebut kurang merawat kebersihan badannya. Untuk itu disarankan mandi minimal 2x sehari dan tidak asal mandi tapi harus benar-benar bersih. Bahkan sabun mandinya pun harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sudah terlanjur terkena BB, gunakanlah sabun antiseptik untuk mencegah BB. Namun bagi yang mudah alergi (atopik), sebaiknya jangan terlalu sering memakai sabun antiseptic. Lebih baik memakai sabun yang natural saja. Pemakaian sabun antiseptik dilakukan jika tubuh benar-benar kotor misalnya sehabis berkebun atau bermain bola di lapangan becek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tips untuk menghilangkan BB:&lt;br /&gt;1. Kebersihan tubuh haruslah dijaga terutama pada daerah berambut. Mandi minimal 2x sehari dan keramas 2-3x seminggu. Kalau perlu pakai sabun antiseptik.&lt;br /&gt;2. Sehabis mandi taburkan bedak yang bersifat menyerap air (higroskopis) ke seluruh tubuh. Bisa juga mengoleskan deodorant ke ketiak.&lt;br /&gt;3. Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, dan cucilah pakaian yang telah dipakai (hindari pemakaian dua kali).&lt;br /&gt;4. Jangan terlalu sering makan yang panas, baik suhu maupun bumbunya. Juga hindari makanan tertentu yang menimbulkan bau seperti bawang putih atau merah, jengkol atau petai.&lt;br /&gt;5. Jika tubuh berkeringat, segera mengelap dan kalau perlu segera ganti baju.&lt;br /&gt;6. Dapat juga menaburkan tawas halus ke ketiak atau bagian-bagian yang banyak memproduksi keringat.&lt;br /&gt;7. Sesekali minum ramuan air daun sirih atau bila perlu mandi dengan air daun sirih. Sebab, air daun sirih mengandung astrigent yang dapat mengurangi produksi kelenjar keringat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-117246418970303517?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/117246418970303517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=117246418970303517' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/117246418970303517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/117246418970303517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2007/02/bau-badan.html' title='Bau Badan'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJbCCn553I/AAAAAAAAAJ4/g8y1wv_ho9o/s72-c/bau+badan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-116229895331993323</id><published>2006-10-31T19:36:00.001+07:00</published><updated>2008-10-28T16:40:42.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Riwayat Hidup Singkat "H. MAS MUCHAMMAD SYA’RANI"</title><content type='html'>Salam’alaikum Wr. Wr., para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali ini, saya ingin memaparkan sebuah Riwayat Hidup Singkat dari Uyut (Ayahnya kakek saya dari pihak Ibu) saya, yang semoga Allah SWT, selalu merahmati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mas Muchammad Sya’rani, dilahirkan pada tanggal 25 Mei 1900, di Ciruas – Serang – Banten. Beliau merupakan putera tertua dari pasangan Mas Machdjum dan Nyi Asyifah, dan mempunyai 7 orang saudara/i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hanya sempat menyelesaikan pendidikannya di Normal School, Cirebon. Namun beliau senantiasa berusaha memperdalam pengetahuannya di berbagai bidang, khususnya yang menyangkut bidang keagamaan dan pengetahuan kemasyarakatan secara otodidak. Beliau gemar sekali mengisi waktu senggangnya dengan membaca maupun menghadiri majelis-majelis ta’lim dan bersilaturahim dengan para kiayi di berbagai pesantren.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemaran beliau akan ilmu pengetahuan telah membawanya ke dunia pendidikan dan memilih dharma baktinya menjadi seorang guru yang tidak mengenal keluhan dan tahan uji. Beliau dikenal sebagai seorang guru yang memiliki semangat pengabdian sangat tinggi, berpandangan luas, penuh toleransi dan persahabatan dengan segenap golongan masyarakat luas. Sebagai salah satu gambaran toleransi beliau yang sangat tinggi adalah, di masa tahun 1950-an di kota Serang – Banten, beliau sebagai salah satunya orang pribumi yang selalu melayat dan turut mengantarkan teman/kenalan non pribumi (Cina) yang meninggal sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga dikenal senantiasa memegang teguh dalam akidah dan hal-hal yang bersifat prinsip terutama yang menyangkut kaidah-kaidah hukum tanpa mengurangi penghargaan dan kehormatan seseorang meskipun memiliki pandangan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Haji beliau ke tanah suci Makkah al-Mukarramah, meskipun hanya dapat dilaksanakan sekali saja pada tahun 1958, telah mengubah cara dan gaya hidupnya yang semula bergaya “moderen” menjadi “konservatif”. Namun perubahan gaya hidupnya ini tidak menjadikannya berfikir “fanatis / sempit” ataupun mengurangi toleransi dan penghormatannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-harinya, beliau amat bersahaja dan dikenal dekat dengan mempunyai rasa persahabatan yang hangat, baik dengan para Ulama khususnya yang setingkat dengan zamannya dan dengan yang lebih muda usia darinya, maupun dengan para tokoh “Jawara / Pendekar” serta dengan para tokoh masyarakat lainnya. Beliau acapkali menjadi tempat bertanya dan senantiasa menyediakan waktunya untuk orang-orang yang berkunjung kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mas Muchammad Sya’rani mempunyai pribadi yang senantiasa ingin memanfaatkan dirinya untuk hal-hal yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama. Sepanjang karier hidupnya sebagai seorang guru hingga menjalani pensiun sebagai Kepala Sekolah Rakyat Negeri No.1 di Serang dan beberapa tahun sebelum akhir hayatnya, beliau masih tetap menunjukkan kepeduliannya dalam usaha mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Beliau tidak ingin melihat bangsa Indonesia tetap dalam keadaan bodoh, tidak maju, sehingga mudah dijajah oleh bangsa lain. Untuk itulah dalam mengisi kehidupannya, beliau senantiasa peduli terhadap persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara, khususnya untuk menghilangkan kebodohan dan merestui putera-puterinya mendirikan sebuah Yayasan Pendidikan Al-Chasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga senantiasa terbuka dan senang hati memberikan pelajaran, ilmu serta nasehat-nasehat bagi yang memerlukannya. Beliau tidak segan-segan dan tidak kenal malu ataupun merasa rendah untuk mendengar fatwa-fatwa atau wejangan-wejangan maupun pandangan-pandangan dari para Ulama dan sesepuh masyarakat lainnya bagi kemajuan wawasan dan ilmu yang berguna. Kerendahan hati beliau, khususnya terhadap para Kiayi ataupun Ulama diwujudkannya dengan bentuk penghormatan dengan menempatkan mereka pada tempat yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mas Muchammad Sya’rani berpulang ke Rahmatullah dengan tenang pada tanggal 9 Oktober 1993, sekitar pukul 17.50 (maghrib) WIB, di Jl. DR. Makaliwe, Grogol – Jakarta Barat (rumah salah seorang anaknya, H. M. Chasanul Iman, yang setia dan sabar merawat beliau). Beberapa waktu sebelum beliau wafat, beliau mengumpulkan seluruh putera dan puterinya yang masih ada dan berpesan, “TETAPLAH KALIAN BERSATU DAN JANGAN BERCERAI BERAI, SENANTIASA BERSAMA DALAM KEADAAN BAGAIMANAPUN JUGA UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI KESULITAN.” Beliau telah dikaruniai oleh Allah SWT, sejumlah putera dan puteri dari perkawinannya dengan Hj. Chasanah binti Kiayi Haji Nasichoen, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. H.M. Oemar Sanusi (Alm.)&lt;br /&gt;2. Hj. Atuchah Choefrani&lt;br /&gt;3. H.M. Joesoef Effendi, S.H.&lt;br /&gt;4. Siti Salsiah (Almh.)&lt;br /&gt;5. H.M. Chasan Ibrahim (Alm.)&lt;br /&gt;6. Hj. Maniatun Nufus Mustihar (Almh.)&lt;br /&gt;7. H.M. Chasanul Iman&lt;br /&gt;8. H.M. Zainal Arifin&lt;br /&gt;9. Hj. Badariah Elman&lt;br /&gt;10. H.M. Achsan Tholib, Sm Hk. (Alm.)&lt;br /&gt;11. H.M. Wasal Falah, S.H.&lt;br /&gt;12. Nura’eni Sulaeman&lt;br /&gt;13. keguguran&lt;br /&gt;14. H.M. Ichsan Kamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Riwayat Singkat mengenai H. Mas Muchammad Sya’rani, semoga bermanfaat terutama untuk anak, cucu, cicit dan keturunan beliau. Aamiin ya Robbal ‘alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** *** ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Butir Nasehat H. Mas Muchammad Sya’rani kepada putera-puterinya&lt;br /&gt;di awal tahun 1960-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anakku, apabila engkau tidak ingin terkalahkan oleh siapapun juga, maka bertahajudlah engkau. Niscaya tidak seorangpun yang akan dapat mengalahkanmu.&lt;br /&gt;2. Anakku, janganlah engkau mencari ilmu yang bersifat syirik atau membawa kea rah kesyirikan.&lt;br /&gt;3. Anakku, hormatilah senantiasa gurumu itu, sekalipun engkau telah menjadi orang (cerdik pandai atau berpangkat). Janganlah sekali-kali engkau menyebutnya dengan “bekas guru”. Sesungguhnya tidak ada istilah “bekas guru” itu, ia tetap gurumu walaupun engkau sudah melebihinya. Terlebih lagi, ayahmu adalah seorang guru.&lt;br /&gt;4. Anakku, apabila engkau diperintahkan oleh orang tuamu, maka bersegeralah untuk melaksanakannya dan jangan menunda-nunda serta jangan sekali-kali membantahnya. Seandainya perintah itu melanggar aturan/hukum (agama), hendaklah kamu tetap dengan penuh hormat untuk menolaknya.&lt;br /&gt;5. Anakku, apabila engkau kurang pandai, engkau harus kaya. Kalau engkau tidak berpunya maka engkau harus pandai.&lt;br /&gt;6. Anakku, bergaulah engkau seluas-luasnya tanpa memandang golongan dan berusahalah atau pandai-pandailah engkau mengambil manfaat dari semua teman pergaulanmu.&lt;br /&gt;7. Anakku, ayahmu tidak akan menghalangi pilihanmu untuk menikah dengan siapapun, apakah ia Cina, Belanda, Inggris ataupun bangsa lainnya asal engkau dapat membawanya atau menjadikannya seorang muslim/muslimah.&lt;br /&gt;8. Anakku, selagi engkau menuntut ilmu, janganlah engkau banyak bertanya mengenai syarat-syarat atau persyaratannya, lakukan saja apa yang telah diberikan kepadamu sepanjang gurumu itu tidak mengemukakan syarat-syaratnya. Karena itu merupakan kemurahan atau keringanan dari gurumu.&lt;br /&gt;9. Anakku, ketahuilah, di zaman serba maju sekarang ini yang penting adalah bukan gelar kebangsawanan ataupun keturunan tetapi yang penting dan menentukan adalah ilmu, kekayaan dan kedigdayaan (ksatria/jawara). Maka usahakanlah engkau mencapai ketiga hal tersebut. Apabila engkau tidak mencapai ketiganya, minimal salah satu diantaranya. Dan janganlah sekali-kali engkau merasa diri yang paling pintar dan benar.&lt;br /&gt;10. Anakku, biarlah seluruh manusia membencimu asalkan Allah SWT, tidak membencimu. Kalau engkau ingin berbahagia dunia dan akherat, serahkan/pasrahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-116229895331993323?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/116229895331993323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=116229895331993323' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/116229895331993323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/116229895331993323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/10/tokoh-riwayat-hidup-singkat-h-mas.html' title='Riwayat Hidup Singkat &quot;H. MAS MUCHAMMAD SYA’RANI&quot;'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-116141186834327430</id><published>2006-10-21T13:22:00.001+07:00</published><updated>2008-10-28T16:43:26.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Mengapa, Ayah?</title><content type='html'>Ayah…&lt;br /&gt;Itu siapa, ayah?&lt;br /&gt;Kenapa ia melakukan itu, ayah?&lt;br /&gt;Apa gunanya, ayah?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Bukankah itu rakyat, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa mereka berdemo, ayah?&lt;br /&gt;Apa yang mereka keluhkan, ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Mengapa rakyat kita selalu mengeluh, ayah?&lt;br /&gt;Mengeluh akan penderitaannya, ayah.&lt;br /&gt;Mengeluh akan kesedihannya, ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Mengapa tidak ada yang membantu mereka, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa tidak ada yang memperhatikan mereka, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa tidak ada yang menghapus tangisan mereka, ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Kemanakah para pemimpin kita, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa mereka tidak kelihatan, ayah?&lt;br /&gt;Padahal rakyat ingin berkeluh-kesah, ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Apakah para pemimpin itu sudah tidak peduli lagi, ayah?&lt;br /&gt;Apakah para pemimpin itu sudah tidak punya telinga lagi, ayah?&lt;br /&gt;Apakah sengaja rakyat dibiarkan begitu saja, ayah?&lt;br /&gt;Dibiarkan buta…&lt;br /&gt;Dibiarkan tuli…&lt;br /&gt;Dibiarkan bisu…&lt;br /&gt;Dibiarkan lumpuh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah…&lt;br /&gt;Mengapa hal ini tidak kunjung terselesaikan, ayah?&lt;br /&gt;Mengapa hal ini malah…&lt;br /&gt;Oh…, aku jadi tambah bingung, ayah.&lt;br /&gt;Berikanlah aku jawabannya, ayah.&lt;br /&gt;Agar hatiku ini tentram. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-116141186834327430?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/116141186834327430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=116141186834327430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/116141186834327430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/116141186834327430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/10/puisi-mengapa-ayah.html' title='Mengapa, Ayah?'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-116141053677927871</id><published>2006-10-21T12:55:00.003+07:00</published><updated>2008-11-18T13:09:25.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak-anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mr. Ziauddin Sardar'/><title type='text'>Biarkan anak bertanya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/child.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/child.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sabtu, 21 Oktober 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa puas bersepeda ria pada pagi hari di Bulan Ramadhan 1427 H. Aku mencari tempat istirahat yang nyaman untuk disinggahi sambil menunggu matahari pagi bersinar dengan cerah tuk merasakan kehangatan cahayanya. Setelah celinguk sana celinguk sini, pada akhirnya kuputuskan untuk beristirahat di pelataran alun-alun kota Banten yang cukup luas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengistirahatkan badan dan membersihkan sepeda dengan lap kecil. Tepat di sebelah kananku, ada seorang bapak yang sedang memangku anaknya yang masih, kira-kira, berumur 4 tahun. Sepertinya mereka juga sedang menunggu saat-saat matahari menampakkan cahayanya menerangi kota Banten ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu juga, sang anaknya tersebut mengeluarkan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada ayahnya. Untuk beberapa pertanyaan awal, sang ayah nampaknya masih bisa menjawab pertanyaan dari anaknya tersebut, namun, setelah timbul terus pertanyaan-pertanyaan ringan yang baru dari sang anak, ternyata cukup membuat sang ayah kewalahan juga sehingga pada akhirnya sang ayah mengeluarkan kata-kata, “Huss! Jangan banyak ngomong, ah! Kan ayah sudah bilang jangan rewel kalau ikut ayah!”. Setelah mendapat jawaban seperti itu dari sang ayah, akhirnya, sang anak diam. Di keterdiamannya itu, terlihat kerutan di dahi anak tersebut. Nampak dari wajahnya ada rasa ketidakpuasan dan ketidaknyamanan dari dalam dirinya yang sebenarnya ingin ia dapatkan rasa tersebut dari sang ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian tersebut, hati saya langsung merasa iba melihat anak yang masih polos dan lugu itu. Betapa tidak, setelah mendengar beberapa pertanyaan, yang menurut saya, adalah pertanyaan cerdas, eh, sang ayah malah menyuruhnya diam karena anaknya tersebut dianggap rewel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, langsung saja saya ingat sebuah dialog antara seorang pemikir Islam asal Inggris, Mr. Ziauddin Sardar, dengan tiga orang reporter dari Republika yang membicarakan tentang masalah ‘masa depan dan agenda Islam’ di salah satu ruang di British Council.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dialog tersebut, Mr. Ziauddin Sardar, mengatakan bahwa, “Menurut saya, kebanyakan Muslim tidak benar-benar memahami nilai Islam. Mereka pikir nilai Islam itu hanya shalat, puasa, zakat. Mereka tidak berpikir bahwa bertanya itu adalah juga nilai Islam. Mereka tidak menjadikan bertanya sebagai kunci dari nilai-nilai Islam. Padahal, kalau Anda lihat al-Quran, di sana penuh dengan pertanyaan. Dialog pertama Nabi Muhammad SAW, saat menerima wahyu adalah bertanya. Saat Nabi diminta untuk membaca, beliau mempertanyakan, apa yang harus dibaca. Jadi mengapa kita tidak jadikan bertanya sebagai nilai Islam. Jadi, buat saya, bertanya itu adalah nilai dasar Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau menurutku, apa yang dikatakan oleh Mr. Ziauddin itu adalah suatu hal yang benar. Dimana tindakan bertanya itu juga merupakan nilai Islam. Maka untuk menumbuhkan nilai-nilai Islam di dalam diri seorang Muslim haruslah ditanam saat dia masih kecil atau bahkan semasa masih dibuaian. Bukankah saat seorang bayi yang menangis itu merupakan suatu pertanyaan yang diajukan kepada para orang tuanya untuk mengatakan, “Ayah/Ibu…, mana susuku? Aku haus nih,” atau “Ayah/Ibu…, mana makananku? Aku lapar nih,” atau “Ayah/Ibu…, mana perhatianmu? Aku mau digendong nih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi…, wahai para orang tua yang mulia dan mudah-mudahan Allah SWT, selalu merahmati. Mari biasakan di dalam diri kita untuk mendidik dan membiarkan anak-anak kita selalu bertanya tentang apa-apa yang mau dipertanyakannya. Karena dengan pertanyaannya itulah, seorang anak akan belajar membaca dan berfikir sehingga akan sesuai dengan kehendak Allah SWT, dalam surah al-Alaq; ayat 1-5, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kini tinggal kita sebagai orang tua atau calon orang tua yang harus selalu siap terhadap semua berbagai pertanyaan yang akan diajukan oleh semua anak-anak kita dengan memberikan jawaban-jawaban yang mendidik dan bermanfaat, sebelum Allah SWT, yang akan bertanya kepada kita perihal anak-anak kita. Semoga…, Allah SWT, memberikan kepada kita kesanggupan untuk melaksanakan sebuah amanah yang telah dipikulkan-Nya kepada kita semua. Aamiin aamiin ya Robbal’aalamiin. Wallahu ‘alam bishshowab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-116141053677927871?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/116141053677927871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=116141053677927871' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/116141053677927871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/116141053677927871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/10/opini-biarkan-anak-bertanya.html' title='Biarkan anak bertanya'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115773466465742014</id><published>2006-09-08T23:56:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:51:28.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Cerpen: P E R M A T A</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/1.2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/1.2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suara tangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar suara tangis seseorang dari dalam. Aku yang saat itu sedang menonton putaran siaran langsung sepak bola Liga Inggris, menjadi tergerak juga untuk mencari dimana sumbernya berada. Aku bangkit dari depan tv. Kuperiksa kamar utama yang menjadi tempat tidurku bersama istri. Tidak ada. Langsung aku menuju ke kamar anak kami satu-satunya, Permata. Benar saja, suara tangis itu berasal dari dalam kamarnya. Suara isak tangisan Permata sepertinya ditahan-tahan supaya tidak terlalu didengar oleh orang lain. Namun tetap saja dapat didengar terutama olehku yang berada di ruang tv, yang tidak berada jauh dari kamarnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam’alaikum sayang…, sedang apa di dalam? Boleh Ayah masuk?” kataku sambil mengetuk pelan pintu kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, suara tangisannya menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang…, ini Ayah. Bolehkan Ayah masuk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu-pun terbuka dengan Permata, anak semata wayangku, di depanku. Wajahnya memerah dengan mata sembab dan berkaca-kaca. Rambutnya yang hitam panjang sebahu tampak awut-awutan. Bajunya yang berwarna merah jambu dengan gambar bunga-bunga kecil, basah oleh air mata dan keringatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh kok…, kenapa putri Ayah menangis? Biasanya putri Ayah selalu ceria. Ada apa gerangan? Boleh Ayah tahu ada apa?” kataku yang langsung berjongkok di depan Permata sambil memegang bahunya dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi Permata menjawab pertanyaanku. Ia langsung saja menabrakku dengan pelukannya, lalu menangis kembali dan berkata, “Ibu jahat, Ayah. Ibu jahat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh…, kenapa Ibu jahat? Masa sih, Ibu jahat sama Permata yang cantik dan baik hati,” kataku sambil mengangkat dan menggendongnya lalu menuju ke tempat tidurnya. Kuletakkan ia di kasur dan aku duduk di sampingnya. Ku elus-elus rambutnya yang halus seperti sutra. Kupancarkan senyuman kepadanya untuk mencoba meredakan tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit tangisannya mulai mereda dan akhirnya berhenti. Wajah Permata memancarkan rasa sedih karena ia barusan dimarahi sama Ibunya, yaitu istriku. Sebenarnya aku-pun agak heran juga, tidak biasanya istriku marah terhadap anak semata wayangnya ini. Biasanya ia sangat lembut dan penuh kasih sayang didalam mengurus Permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah… Ibu kok jahat sama Permata? Tadi Permata dimarahi sama Ibu. Permata sedih, Ayah. Kenapa Ibu sampai memarahi Permata seperti tadi, Ayah?” kata Permata sambil mau menangis kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eee…, kok mau nangis lagi… Enggak apa-apa kok, Ibu tidak jahat dan tidak marah sama Permata. Memangnya, kenapa Ibu sampai demikian sama Permata?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata diam sebentar. “Tadi Permata belum mengerjakan salat lalu ditegur sama Ibu. Namun, Permata belum juga mengerjakan salat karena Permata masih mau menyelesaikan PR Permata dulu, Ayah. Lalu Ibu datang kembali dan menanyakan apakah Permata sudah salat. Setelah Ibu tahu bahwa Permata belum salat juga, lalu Ibu memarahi Permata. Permata hanya diam pas dimarahi sama Ibu. Setelah Ibu pergi, Permata jadi sedih, mengapa Ibu yang biasanya baik sama Permata tapi kali ini kok tidak. Permata jadi sangat sedih, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooo…, begitu. Nah, sekarang Permata sudah salat belum?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus…, itu baru namanya anak Ayah dan Ibu yang cantik dan pintar. Permata tahu nggak, kenapa Ibu sampai marah sama Permata karena Permata melalaikan salat. Itu berarti…, Ibu sayang sama Permata. Ayah dan Ibu memang sangat senang bila anak Ayah dan Ibu rajin didalam mengerjakan salat. Ayah dan Ibu tidak mau Permata masuk Neraka dan disiksa sama Allah SWT, nanti di Akhirat. Permata tahu kan, bila ada orang yang tidak mengerjakan salat maka ia akan disiksa dan dimasukkan oleh Allah SWT, ke dalam Neraka Jahannam selama-lamanya. Iiiiihhh…, ngeri kan,” kataku menggeliat dan memasang wajah takut sambil bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata pun tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok…, sekarang Permata harus janji…, untuk tidak melalaikan salat lima waktu lagi, bagaimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Ayah. Permata janji tidak akan melalaikan salat lagi,” katanya sambil memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku-pun memeluknya, mencium keningnya sambil berdo’a di dalam hati, “Ya Allah…, ampuni dosa-dosa kami, ampuni dosa-dosa kedua orang-tua kami dan jadikanlah keturunan kami, anak-anak yang sholeh dan sholehah yang ta’at kepada perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Aamiin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, Ayah…, kata Ibu Guru, di surga itu ada Bidadari ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa Bidadari itu cantik, Ayah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangat cantik. Bahkan kecantikannya tiada tara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, apakah Permata kalau sudah besar nanti akan secantik bidadari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku-pun tersenyum. “Iya…, kalau kamu besar nanti akan secantik Bidadari. Karena kamu, bagi Ayah dan Ibu, adalah Bidadari yang menghiasi rumah ini.” Permata-pun tersenyum. Terlihat gigi-giginya yang masih belum rapih. “Tapi Permata, kecantikan wajah itu tidaklah penting, yang terpenting adalah kecantikan hati, disini…, dihati,” kataku menambahkan sembari menunjuk ke dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Ayah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah ya…, Ayah keluar dulu. Salam’alaikum sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam warohmatullah wabarokatuh, Ayah,” kata Permata sambil mencium tangan kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku-pun keluar dari kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang. Terkadang didalam rumah-tangga, apabila ada salah satu orang-tua yang keras didalam mendidik anak-anaknya, maka harus ada orang-tua yang bersikap lembut sebagai penyeimbangnya. Sehingga nantinya tidak akan menimbulkan suasana rumah-tangga yang memanas, yang berdampak akan adanya tekanan mental yang berlebihan pada anggota keluarga. Kalau bisa, kedua orang-tua haruslah bersikap lembut didalam mendidik anak-anaknya supaya tidak menurunkan sifat-sifat kasar dan pemarah pada anak-anaknya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu Minggu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, Permata pamit dulu, ya. Ntar Permata kasih kabar kalau sudah sampai di tempat piknik lewat Hand Phone Ibu, ya Bu ya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, iya…,” kata istriku. “Aku pamit juga, ya Mas,” sembari mencium tangan kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami-pun saling berangkulan dan memberi salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam’alaikuuum,” kata mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari Minggu ini, sekolahnya Permata mengadakan acara piknik bersama. Mereka berencana pergi ke Bogor untuk mengunjungi Taman Safari dan Kebun Raya Bogor. Seharusnya, Aku-pun harus pergi juga bersama mereka. Namun, Aku sudah memiliki janji yang tidak boleh kuingkari. Aku sudah janji untuk menemui klien-ku yang membutuhkan pertolongan untuk dibela di ruang sidang pengadilan . Kasus yang akan kutangani ini cukup serius. Kasus korupsi yang menelan uang triliyunan rupiah. Tapi kali ini, aku harus membela si tertuduh karena si tertuduh telah lebih dahulu meminta tolong kepadaku untuk melawan pengacara-pengacara terkenal yang membela pemerintah. Walaupun mungkin, orang yang akan kubela ini memang benar korupsi, aku harus tetap membelanya sampai berhasil. Aku tahu, membela orang yang salah adalah salah, tetapi aku tidak punya pilihan lain karena aku juga sudah terikat sumpah jabatan sebagai pengacara dimana seorang pengacara harus selalu siap untuk membela semua perkara orang-orang yang meminta pertolongan jasanya. Itu kode etiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berkas yang telah kupersiapkan tadi malam telah kutaruh di dalam mobil. Dengan Bismillah, aku-pun berangkat. Baru tiga puluh menit berlalu saat aku masih menikmati kemacetan di jalan raya. Telepon genggamku berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selamat pagi, Pak. Apa benar Bapak yang bernama Muhammad Yusuf?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Pak. Ini dari siapa, ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami dari Kepolisian Satlantas Bogor, Pak. Kami mau mengabarkan berita duka untuk Bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DEGGG!!!” Hatiku tersentak kaget. “Berita duka, Pak? Berita duka apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang, di jalan tol menuju Bogor sedang terjadi kecelakaan beruntun, Pak. Setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap para korban. Teridentifikasi bahwa ada keluarga Bapak, yaitu istri dan anak Bapak yang menjadi korban kecelakaan. Sekarang mereka telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati dan kini berada di ruang gawat darurat. Mungkin cuma itu yang bisa kami kabarkan kepada Bapak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Innalillahi wa inna Ilaihi roji’un. Allahu Akbar! Istri dan anakku dalam keadaan kritis. Kendaraan mereka mengalami kecelakaan. Ya Allah…, masih adakah harapan untuk mereka?” kataku membatin. Cepat aku membanting setir untuk mencari jalan pintas menuju ke Rumah Sakit Fatmawati. Tidak kuhiraukan lagi semua rambu-rambu lalu-lintas. Kunyalakan lampu depan mobil yang menandakan aku dalam keadaan terdesak waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Rumah Sakit Fatmawati. Setelah kutanya lewat bagian informasi dimana pasien yang baru datang akibat kecelakaan di jalan tol dengan nama istri dan anakku. Mereka menunjuk ke kamar darurat. Kularikan kakiku dengan cepat untuk sampai disana. Setelah kubuka pintu ruang darurat itu. Ramai sekali para dokter yang menangani para korban. Namun, aku masih belum boleh masuk dan diminta untuk menunggu di ruang tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah… Selamatkah istri dan anakku? Bagaimanakah keadaan mereka?” dalam keadaan tidak menentu, aku mencoba menghubungi para keluargaku untuk memberitahu hal ini serta memberitahu pegawaiku untuk menemui klienku dan memberitahu bahwa aku berhalangan datang kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bapak Muhammad Yusuf!” panggil salah satu dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, saya Dok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari ikuti saya, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawanya aku ke suatu ruangan dokter. “Silahkan duduk, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dokter, bagaimana istri dan anak saya? Bagaimana keadaannya?” kataku cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hhhmmm…” Dokter itu menarik dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam. “Pertama-tama..., saya ingin mengucapkan ma’af kepada anda karena kami tidak bisa menolong istri anda, sedangkan anak anda sekarang dalam keadaan kritis. Kondisinya sekarang koma, banyak bagian tubuhnya yang remuk dan patah. Untuk saat ini, kami belum bisa berbuat apa-apa, hanya menunggu perkembangan selanjutnya dari anak anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah… Allahu Akbar! Inna lillahi wa inna Ilaihi roji’un. Telah Engkau ambil istriku dari sisiku. Dan sekarang, anakku dalam keadaan kritis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kubayangkan apa yang telah terjadi. Tubuhku sudah merasa lemas semua. Keringat dingin bercucuran bak mata air. Mataku sedikit berkunang-kunang. Tapi aku masih sadar. Dengan jalan yang bergontai, aku menuju ke ruang jenazah. Fikiranku sedikit mengambang. Tapi aku berusaha untuk terus sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kamar jenazah. Kulihat jasad-jasad kaku terbujur di tempat tidur ditutupi kain berwarna putih. Suara tangisan dari keluarga yang lain seperti mau membelah bumi. Kucari istriku. Pas di pojok dinding, kulihat wajah yang tidak asing lagi. Wajah yang dulu penuh cinta kepadaku. Wajah yang dulu selalu tersenyum kepadaku. Wajah yang dulu pernah bersamaku, berjanji menjalin ikatan suci di pelaminan. Wajah itu, wajah istriku. Kudatangi perlahan jasadnya. Kupandangi wajahnya. “Ohhh…, aku tak sanggup. Hatiku menjerit. Tangisanku mau meledak. Tapi kalau saja aku tidak ingat sama Tuhan. Aku pasti sudah bergabung dengan orang-orang yang meratapi kepergian keluarganya itu. Aku berusaha tersenyum melihat wajah istriku. Kusapa ia dengan salam. Kuucapkan do’a untuknya supaya ia mendapat ampunan dari Allah swt dan tempat yang layak di sisi-Nya. Setelah itu kukecup keningnya. Kututupi wajahnya dengan kain putih. Sekali lagi. Ku berdo’a untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku menuju ke ruangan gawat darurat. Saat menuju kesana. Datang serombongan keluargaku dan keluarga istriku. Mereka memelukku satu persatu. Mencium pipi dan keningku dan berusaha menghiburku. Sebagian dari keluargaku dan keluarga istriku menangis. Langsung saja aku menunjukkan dimana jasad istriku berada. Sebagian kesana dan sebagian lagi ikut denganku ke ruang gawat darurat, dimana Permata berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sore hari, Permata belum boleh dikunjungi. Baru setelah malam harinya, kami boleh masuk ke kamarnya dirawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permata sayang, ini Ayah. Permata sayang, ma’afkan Ayah, Nak. Ma’afkan Ayah…” kataku lirih dan tidak dapat meneruskan kata-kata. Yang kubisa hanya membelai lembut kepalanya yang sudah dicukur botak karena ada jahitan di kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas jam sepuluh malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh…” suara Permata pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang sudah duduk di kursi langsung berhamburan menghampiri Permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, sayang. Iya, sayang. Ini Ayah, sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh… Sakiiitt.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya sayang. Ayah tahu. Sabar ya… Insya Allah, Allah akan menyembuhkan Permata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh… Ibu mana…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…, mendengar anakku bertanya tentang Ibunya, aku hanya bisa diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aayaaahhh… Ibu mana…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu…, Ibu ada sayang..., tapi sekarang sedang tidak disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permata diam. Matanya melirik kesana dan kemari seperti mencari sesuatu. Sesaat, bibirnya bergerak tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah… Bidadari itu sudah datang. Mereka melihat kepadaku, Ayah. Wajahnya sangat cantik sekali, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan keluargaku bingung. Kami tidak bisa melihat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang…, Bidadarinya mungkin datang untuk mendo’kan Permata. Mereka sangat senang bila Permata sehat,” kataku untuk menghiburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, Ayah. Kata mereka, mereka datang untuk menjemput Permata. Mereka tersenyum pada Permata, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah…, apakah ini yang dinamakan ajal dengan malaikat mautnya yang akan menjemput anakku? Kalau memang iya, tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali membantunya mengucapkan kalimat tauhid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah…, Bidadarinya menghampiri Permata. Mereka menjulurkan tangannya, Ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permata. Bidadarinya mungkin mau mengajak Permata bermain-main ke surga. Kalau begitu, Permata harus siap ya sayang. Mari Ayah bimbing, coba Permata mengucapkan kalimat dua syahadat seperti yang telah Ayah ajarkan. Ash-hadu an laa ilaaha illa Allah… wa ash-hadu anna muhammad rasulullah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ash-hadu an laa… ilaaha illa Allah… wa ash-hadu anna… muhammad rasulullah…” Dengan terbata-bata, akhirnya Permata dapat mengucapkan kalimat tauhid dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kalimat tauhid yang sempat terucap sebelum mati, sangat mustahil seorang Muslim akan masuk surga. Kalimat tauhid merupakan kuncinya pintu surga. Dan jika seseorang belum juga mengucapkan kalimat tauhid sebelum ajalnya tiba, maka ia dipastikan mati dalam keadaan kafir. Neraka-lah tempatnya. Na’udzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan…, mata Permata sedikit demi sedikit tertutup. Kulit tubuhnya berangsur-angsur memucat, dingin. Sebuah senyum manis terukir di bibirnya. Wajahnya ceria. Ia telah puas. Puas bertemu dengan Bidadari yang sangat cantik. Bidadari yang selalu diimpikannya untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keluargaku menangis. Hanya aku yang tersenyum. Kuusap wajah Permata dan mentelungkupkan tangannya ke dadanya seperti ia sedang salat. Kuciumi keningnya sekali lagi dan sambil berucap, “Tidurlah dengan tenang, sayang. Temani Ibumu yang sudah menunggu disana. Katakan pada Ibumu. Aku menyayangi kalian berdua. Dan semoga Allah swt, juga mengasihi kalian berdua. Selamat jalan sayang. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik nafas panjang. Semua keluargaku memelukku. Kemudian aku keluar dari kamar itu. Kucari sebuah musholla. Lalu disana aku mengadu kesedihan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya. Kukuburkan jenazah istri dan anakku berdampingan di sebuah pemakaman khusus untuk keluarga. Saat itu, suasana begitu teduh disana. Pepohonan yang rimbun menambah kesejukan disekitarnya. Terdengar suara burung-burung berkicauan di atas pohon sana. Harumnya bunga melati dan kamboja, menusuk hidung mewangikan sekitar.&lt;br /&gt;Setelah acara pemakaman selesai. Kini yang tinggal disitu hanyalah Aku. Kupandangi dua makam yang berisi orang yang sangat kusayangi. Sekali lagi, kubacakan do’a-do’a untuk mereka berdua sambil melihat ke sebidang ruang tanah lagi di samping makam mereka berdua…, dimana itu nanti…, adalah tempatku kelak.&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Q.S. al-Hajj : 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dalamnya ada bidadari yang menundukkan pandangannya yang belum pernah disentuh manusia dan jin sebelumnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Mereka laksana permata yaqut dan merjan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Tiadalah balasan kebaikan itu melainkan kebaikan (pula). Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. ar-Rahmaan : 56 – 61). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115773466465742014?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/115773466465742014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=115773466465742014' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115773466465742014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115773466465742014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/09/cerpen-p-e-r-m-t.html' title='Cerpen: P E R M A T A'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115341500023510129</id><published>2006-07-20T23:43:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:52:50.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Semangat Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan...&lt;br /&gt;Jangan gentar barang sedikitpun&lt;br /&gt;Tunjukkan bahwa engkau adalah sebuah sinar&lt;br /&gt;Sinar terang yang berkemilauan&lt;br /&gt;Penuh dengan pesona berbinar&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dayung...&lt;br /&gt;Dayung perahu semangatmu&lt;br /&gt;Penuhi ia dengan bahan bakar kesabaran&lt;br /&gt;Basahi dengan air tawadhu'&lt;br /&gt;Hingga datang sebuah ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang...&lt;br /&gt;Tenang seperti malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir...&lt;br /&gt;Mengalir seperti air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah dengan jiwa bahagia&lt;br /&gt;Tumbuhkan bunga harum menusuk jiwa&lt;br /&gt;Yang menggelorakan semua cinta&lt;br /&gt;Merasuki semua jiwa-jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo...&lt;br /&gt;Datanglah cinta&lt;br /&gt;Penuhi aku dengannya&lt;br /&gt;Cinta yang tertuju pada Allah semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;Allah... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115341500023510129?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/115341500023510129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=115341500023510129' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115341500023510129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115341500023510129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/07/puisi-semangat-cinta.html' title='Puisi: Semangat Cinta'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115253715918094744</id><published>2006-07-10T20:01:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:53:21.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Menyatulah Dua Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/hati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/hati.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mencari hati&lt;br /&gt;Haruslah berhati-hati&lt;br /&gt;Supaya di kemudian hari&lt;br /&gt;Tidak mesti disesali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu berkali-kali&lt;br /&gt;Untuk saling menyelami&lt;br /&gt;Menyatukan dua hati&lt;br /&gt;Yang berbeda patri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harus kita akui&lt;br /&gt;Gelombang kan datang pasti&lt;br /&gt;Menghanyutkan dua janji&lt;br /&gt;Yang telah setali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi juga yakini&lt;br /&gt;Gelombang itu kan menjadi sepi&lt;br /&gt;Dengan kepastian janji&lt;br /&gt;Antara dua hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyatulah wahai dua hati&lt;br /&gt;Penuhi dengan kasih asli&lt;br /&gt;Hindari prasangka diri&lt;br /&gt;Yang dapat membuat rugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangi...&lt;br /&gt;Kasihi...&lt;br /&gt;Cintai... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115253715918094744?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/115253715918094744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=115253715918094744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115253715918094744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115253715918094744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/07/puisi-menyatulah-dua-hati.html' title='Puisi: Menyatulah Dua Hati'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115183786317446344</id><published>2006-07-02T17:43:00.004+07:00</published><updated>2008-11-18T13:15:24.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses fisik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merias rohani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengenal diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses materi'/><title type='text'>Mengenal Diri sebagai Jalan Meningkatkan Iman dan Taqwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJc1YRZZpI/AAAAAAAAAKA/Uzpx0g2EmdY/s1600-h/mengenal+diri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269876586095142546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 113px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJc1YRZZpI/AAAAAAAAAKA/Uzpx0g2EmdY/s200/mengenal+diri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu cara untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt, adalah senantiasa mengenal diri kita masing-masing, yakni mengenal siapa Pencipta dan Pemilik kita? Kemana diri kita kan kembali? Dan dari apa dan dari mana diri kita ini diciptakan? Ayat al-Qur’an menyatakan, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dan pada dirimu sendiri apakah kamu tidak memperhatikan?”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Q.S. Adz Dzariyaat : 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita bahas hal-hal tersebut di atas!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa Pencipta dan Pemilik kita? Untuk menjawab hal ini, mari kita lihat ayat al-Qur’an Surah al-Baqarah : 155 – 156, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar; (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami akan kembali).”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat al-Qur’an Surah al-Baqarah : 155 – 156, tersebut di atas sangat jelas mengatakan bahwa kita ini beserta atribut yang melekat adalah milik Allah swt. Sehingga kita dianjurkan untuk bersabar apabila ada suatu cobaan yang tidak kita inginkan sama sekali menimpa diri kita, baik itu cobaan besar maupun cobaan kecil, seperti gempa bumi, banjir, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta bahkan kematian sekalipun. Semua itu harus dihadapi dengan tabah sambil merenungkan dan bertindak untuk mengambil sikap bagaimana cara kita mengatasi cobaan tersebut, dengan tetap dilandasi oleh suatu pandangan Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari apa dan dari mana diri kita diciptakan? Untuk menjawab hal ini, Allah swt, telah menjelaskan, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal dari) tanah; Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh; Kemudian air mani (nuthfah) itu Kami jadikan segumpal darah (‘alaqah), lalu ‘alaqah itu Kami jadikan segumpal daging (mudhghah), dan mudhghah itu Kami jadikan tulang belulang (‘idham), lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci-lah Allah Pencipta yang paling baik.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Q.S. al-Mu’minuun : 12 – 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut di atas, dapatlah kita pahami bahwa kejadian manusia melalui dua proses, yaitu proses fisik (materi) dan proses nonfisik (immateri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proses secara fisik (materi) yang dimulai dari saripati tanah dan diakhiri dengan dibungkusnya tulang belulang (‘idham) dengan daging (lahm). Maka diri kita ini dapatlah dipastikan akan berakhir kembali ke alam materi, yakni berada di kuburan yang terpendam di dalam tanah. Di atas kuburan tumbuh rerumputan, lalu rerumputan itu dimakan oleh hewan herbivora, lalu hewan herbivora itu dimakan oleh manusia, kemudian manusia akan mati yang akan dikubur kembali dan menjadi pupuk bagi tanaman, lalu tanaman itu dimakan manusia lagi dan begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Islam sangat menentang pandangan yang menyatakan bahwa meteri adalah ukuran segala-galanya bagi kemuliaan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa sebenarnya ukuran kemuliaan seseorang? Di dalam ayat di atas dilanjutkan dengan kalimat: &lt;em&gt;Tsumma ansya’ naahu khalqan aakhara&lt;/em&gt;, kemudian Kami ciptakan makhluk (dalam bentuk) lain pada manusia itu. Inilah proses kejadian manusia yang bersifat nonfisik atau immateri. Menurut mufassir, kalimat &lt;em&gt;ansya’naahu&lt;/em&gt; menunjukkan terciptanya sesuatu yang baru pada diri manusia yang tidak dicakup dan tidak diiringi oleh materi sebelumnya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa yang dimaksud &lt;em&gt;tsumma ansya’naahu khalqan aakhar&lt;/em&gt; adalah kemudian Allah meniupkan ruh ke dalam diri manusia (&lt;em&gt;wanafakha fiihi min ruuhihi&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hakikat ruh itu? Nah, hal ini merupakan misteri yang hanya Allah saja yang Maha Tahu. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Q.S. al-Israa’ : 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ruh itu bersifat ghaib dan immateri, dan akan kembali ke alam immateri yaitu alam barzah. Manusia memang terdiri atas jasad dan ruh, tetapi yang hakikat diantara kedua substansi itu adalah ruh. Jasad hanyalah alat ruh di alam nyata. Suatu ketika, jasad akan terpisah dengan ruh yang disebut dengan maut atau mati. Yang mati adalah jasad sedangkan ruh akan melanjutkan eksistensinya di alam barzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dimana letak ukuran kemuliaan manusia itu? Ukuran kemuliaan seseorang terletak pada sejauh mana dia mampu memelihara dan mengembangkan sifat-sifat ketuhanan yang telah diberikan Allah swt, secara terpadu dalam perjalanan hidup dan kehidupannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, apa fungsi materi itu? Materi adalah alat penunjang bagi pengembangan dan perwujudan sifat-sifat ketuhanan. Karena berfungsi sebagai penunjang, manusia dilarang berlebih-lebihan dalam mencintai materi karena akan merusak pengembangan sifat-sifat ketuhanan yang melekat pada diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ada baiknya kita mengoreksi diri kita masing-masing, apakah kita masih senang merias jasmani daripada merias rohani kita. Yang jelas Islam mengajarkan keserasian, keseimbangan, dan keselarasan dalam hidup dan kehidupan, keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani, antara kepentingan individu dan sosial, dan sebagainya. Dengan adanya koreksi diri semacam itu, insya Allah hidup kita akan selamat dan bahagia dunia dan akhirat. Aamiin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115183786317446344?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/115183786317446344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=115183786317446344' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115183786317446344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115183786317446344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/07/renungan-mengenal-diri-sebagai-jalan.html' title='Mengenal Diri sebagai Jalan Meningkatkan Iman dan Taqwa'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJc1YRZZpI/AAAAAAAAAKA/Uzpx0g2EmdY/s72-c/mengenal+diri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115121943355324791</id><published>2006-06-25T13:53:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:54:39.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Surya Mencari Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/cinta.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surya mencari hati&lt;br /&gt;Bersih tak ternoda&lt;br /&gt;Lenyapkan bayang hitam&lt;br /&gt;Bentengi dari retak iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah mencari&lt;br /&gt;Temukan kepuasan rasa&lt;br /&gt;Jangan sampai mata terpejam&lt;br /&gt;Hingga hilang kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disana terbentang surgawi&lt;br /&gt;Harum wangi menggoda&lt;br /&gt;Banyak rasa yang terpendam&lt;br /&gt;Berjuta nilai kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya nilai kemurnian hati&lt;br /&gt;Menjadi timbangan rasa&lt;br /&gt;Walau halangan mencekam&lt;br /&gt;Jadikan buah kemilauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Ya Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah mata hatiku&lt;br /&gt;Agar terpaut antara Kau dan aku&lt;br /&gt;Lebur menjadi satu&lt;br /&gt;Hingga hilang rasaku &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115121943355324791?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/115121943355324791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=115121943355324791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115121943355324791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115121943355324791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/06/puisi-surya-mencari-hati.html' title='Puisi: Surya Mencari Hati'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-115081912292778394</id><published>2006-06-20T22:50:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:55:07.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Aku Kini Pasrah...</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/3058631451%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/3058631451%5B1%5D.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuh langit telah terbelah&lt;br /&gt;Terdesak kilat cerah&lt;br /&gt;Lenyap sudah rasa pongah&lt;br /&gt;Tunduk pada wujud Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat hadirkan remah&lt;br /&gt;Cinta kasih karena resah&lt;br /&gt;Takutkan diri jadi punah&lt;br /&gt;Lebur dengan api merah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hati ini mulai mendesah&lt;br /&gt;Terseret arus gelisah&lt;br /&gt;Kemana kaki kan melangkah&lt;br /&gt;Tak tahu kemana arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangi langit yang memerah&lt;br /&gt;Buasnya kan memecah&lt;br /&gt;Meluncur bagai anak panah&lt;br /&gt;Menerpa semua wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini Pasrah... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-115081912292778394?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/115081912292778394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=115081912292778394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115081912292778394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/115081912292778394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/06/puisi-aku-kini-pasrah.html' title='Puisi: Aku Kini Pasrah...'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114811202833065777</id><published>2006-05-20T14:10:00.003+07:00</published><updated>2008-11-18T13:17:27.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bioskop'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahagia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskotik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cafe'/><title type='text'>Menjadi Orang yang Bahagia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/Qur"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/320/Qur%27an.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebahagiaan merupakan suatu hal yang selalu dicari-cari oleh setiap manusia. Karena nilai kebahagiaan dapat membuat hati menjadi senang, tenang dan tentram alias tidak grasak-grusuk dipenuhi oleh kegelisahan hati. Mengapa manusia selalu mencari-cari kesenangan untuk kebahagiaan? Jawabannya adalah karena manusia telah dilahirkan dengan serba ketidak-tahuan (La Ta'lamuna Syai an) maka manusia secara "otosmastis (istilah yang selalu digunakan teman saya, Bang Asnadi)" memiliki sifat ingin tahu yang serba tinggi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar rasa ingin tahunya itu, banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari kesenangan untuk kebahagiaan. Ada yang berusaha menjadi orang baik dengan banyak beramal. Ada yang pergi ke bioskop, ke diskotik, ke kafe-kafe, ke masjid dan lain sebagainya. Ada yang menggunakan obat-obatan seperti ganja, heroin, opium dan lain sebagainya. Ada pula yang selalu ingin menyaingi orang lain dalam segala hal, apapun akan dilakukan asal saja orang yang disainginya menjadi tidak lebih baik dari dirinya. Pokoknya, banyak cara manusia untuk mencari nilai suatu kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Ulama telah membagi sebuah kesenangan dengan dua tingkat bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Lazaat (Kepuasan); Apabila telah nyata sesuatu itu didapat olehnya, maka akan puaslah dirinya.&lt;br /&gt;2. Sa'adah (Kebahagiaan); Apabila telah nyata sesuatu itu dikenalnya, maka akan bahagialah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau menurut Imam Besar Al-Ghazali, puncak tertinggi dari sebuah kepuasan dan kebahagiaan itu terdapat pada "Ma'rifatullah", yaitu mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Dengan segenap kepandaian Filsafat, Manthik, keindahan dan pengalamannya, Imam Al-Ghazali menyatakan nilai Ma'rifatullah itu, yaitu: "Rasa puas karena mengetahui sesuatu ialah menurut thabi'at kejadian sesuatu itu. Kepuasan mata ialah karena melihat sesuatu yang indah rupawan. Kelezatan telinga ialah karena mendengar suara yang merdu. Keasyikan hidung ialah karena mencium sesuatu yang wangi nan harum. Maka, segala indera yang terdapat di dalam tubuh akan merasakan kepuasannya masing-masing menurut imbangannya. Nah, pusat indera adalah hati, maka semua kepuasan dan kebahagiaan akan di nilai oleh hati. Dengan demikian, puncak Ma'rifatullah akan ditandai oleh kepuasan dan kebahaiaan hati karena telah mengetahui pokok pangkal segala kejadian, pokok pangkal segala keindahan. Itulah Allah SWT, Yang Maha Indah Wajahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin akan merasa senang apabila dapat berjumpa dengan Gubernur, Menteri, dan Presiden, sehingga ada rasa bangga dan gembira di hati. Maka, bagaimana bila kita berjumpa dengan Tuhannya Gubernur, Tuhannya Mentri, dan Tuhannya Presiden? Itulah kepuasan dan kebahagiaan yang tidak ada kepuasan dan kebahagiaan lagi di atasnya.&lt;br /&gt;Itulah ujungnya segala kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah, mengapa salah seorang Sufi Wanita, Rabi'ah Al-Adawiyah, tidak mau menginginkan hal-hal yang lain selain Allah SWT saja. Karena Beliau telah tahu, kesenangan dan kebahagiaan yang ditimbulkan oleh yang lain-lain itu adalah kesenangan dan kebahagiaan yang semu belaka. Hanya kesenangan dan kebahagiaan yang sumbernya dari Sang Maha Pencipta saja yang dapat benar-benar memuaskan hati setiap insan karena itu bernilai hakiki. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114811202833065777?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/114811202833065777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=114811202833065777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114811202833065777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114811202833065777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/05/renungan-menjadi-orang-yang-bahagia.html' title='Menjadi Orang yang Bahagia'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114517638451726151</id><published>2006-04-16T15:03:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:56:02.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Untuk Irham dan Afif dari seorang Kakak</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/afif.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/200/afif.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adikku Irham dan Afif...&lt;br /&gt;Pada hari ini telah kutorehkan tinta untuk kalian&lt;br /&gt;Yang nanti kan diharap untuk di ingat&lt;br /&gt;Pada suatu masa dimana kalian telah dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresan tinta ini untuk kalian berdua&lt;br /&gt;Dan juga bisa untuk adik-adikku semua&lt;br /&gt;Baik dari Ayah dan Ibuku&lt;br /&gt;Juga dari Om dan Tanteku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/irham.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/200/irham.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah...&lt;br /&gt;Kalian telah terlahir ke dunia atas kehendak Ilahi&lt;br /&gt;Dititipkan kepada dua orang tua&lt;br /&gt;Yang telah melahirkan dan menafkahkan kalian&lt;br /&gt;Dua orang tua yang sangat mencintai kalian&lt;br /&gt;Rela berkorban apa saja untuk menyenangi kalian&lt;br /&gt;Di kala suka dan duka&lt;br /&gt;Di kala sempit dan senggang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dimana pengorbanan keduanya tidak akan terbalas&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang seorang anak&lt;br /&gt;Dengan harta seorang anak&lt;br /&gt;Maupun dengan nyawa seorang anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/omAndikel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/200/omAndikel.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Irham dan Afif...&lt;br /&gt;Bahagiakan orang tuamu...&lt;br /&gt;Kasihi orang tuamu...&lt;br /&gt;Sebagaimana mereka telah melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'akan selalu Abi...&lt;br /&gt;Do'akan selalu Ummi...&lt;br /&gt;Pelihara mereka dengan perkataan dan perlakuan baik&lt;br /&gt;Dikala mereka sudah tua nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mendurhakai orang tuamu...&lt;br /&gt;Jangan menghardik orang tuamu...&lt;br /&gt;Jangan meninggalkan orang tuamu...&lt;br /&gt;Jangan lupakan oarang tuamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah adikku...&lt;br /&gt;Akan nasehat kakakmu ini...&lt;br /&gt;Karena nasehatku ini...&lt;br /&gt;Adalah warisan Rasulullah untuk kita semua... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114517638451726151?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/114517638451726151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=114517638451726151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114517638451726151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114517638451726151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/04/puisi-untuk-irham-dan-afif-dari.html' title='Puisi: Untuk Irham dan Afif dari seorang Kakak'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114275007379653441</id><published>2006-03-19T12:48:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:56:32.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Mau Kemana kah kita...?</title><content type='html'>Kita...&lt;br /&gt;Yang selama ini sering disebut sebagai makhluk mulia&lt;br /&gt;Yang selama ini telah menyandang berbagai kesempurnaan&lt;br /&gt;Yang selama ini selalu nomor satu dari makhluk lainnya&lt;br /&gt;Masih saja belum tahu akan kemana arah hidup di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perbuatan kotor masih kita lakukan&lt;br /&gt;Berbagai perbuatan hina masih terselubung dalam tingkah laku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah...&lt;br /&gt;Masih belum cukup nasehat-nasehat yang datang?&lt;br /&gt;Masih belum cukup Nabi-nabi yang diturunkan?&lt;br /&gt;Masih belum cukup Kitab al-Qur'an sebagai petunjuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang...&lt;br /&gt;Manusia itu makhluk yang tidak pernah puas&lt;br /&gt;Selalu mencari pembenaran dalam kesempatan&lt;br /&gt;Terkadang, merasa dialah Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa belum juga tahu kemana kita akan pergi?&lt;br /&gt;Apakah memang tidak tahu atau tidak mau tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah manusia&lt;br /&gt;Makhluk mulia... katanya&lt;br /&gt;Makhluk sempurna... katanya&lt;br /&gt;Tapi..., masih belum tahu... akan kemana kita nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aligarh - India&lt;br /&gt;19 Maret 2006, 12.00.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114275007379653441?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/114275007379653441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=114275007379653441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114275007379653441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114275007379653441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/03/puisi-mau-kemana-kah-kita.html' title='Puisi: Mau Kemana kah kita...?'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114155925957127599</id><published>2006-03-05T18:38:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:57:07.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Cerpen: Cintaku di India (Bag. 2)</title><content type='html'>“Hallo Hanny…, lagi ngapain lo…, lagi di rumah ya…, suntuk gak? Kalo lagi suntuk, kita ketemuan di kafe tempat biasa yuk!” Baris-baris kata yang terangkai di dalam pesan singkat (sms) Rani terhadap temannya Hanny, telah terkirim dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanny baca gak ya sms dari gue… Wah gawat kalo dia kagak baca tu sms. Bisa-bisa gue beku di kafe ini…” pikir Rani cemas karena telah 20 menit menunggu Hanny di “Kafe Tungkring” tempat mereka biasa nongkrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memesan kembali segelas jus tomat, Rani menabahkan hatinya untuk sabar menunggu sampai 10 menit lagi, “Biar pas 30 menit” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas Rani lagi meneguk jus tomat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woiii! Ha ha ha…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani-pun kaget dan hampir saja jus tomatnya terminum sekali telan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duuuh…, segitu doang pake kaget segala…” canda Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar lo ye…, dateng-dateng bukannya ngucapin salam eh malah ngagetin orang” Rani megap-megap hampir keselek dan sedikit sewot dengan sahabatnya itu. “Kalo bukan elo tadi Han…, sudah gue siram nih pake jus tomat!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha ha ha…” Hanny tertawa lebar sampai terlihat gigi-giginya yang putih dan tersusun rapih berkat menggunakan kawat gigi selama sebulan di bulan yang lalu. “Iya deh sorry… Eh…, ada apa nih tiba-tiba kok suntuk, ini kan masih tanggal muda kok sudah suntuk begitu…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tau nih Han. Dari tadi pagi, gue gak mood mau kerja di kantor, walhasil, kerjaan gue banyak yang gue tunda hari ini termasuk rapat penting dengan pengusaha tekstil” Rani-pun membuka cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emangnya ada yang lagi elo pikirin? Masalah cowok ya…?” tebak Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmm…, enggak juga sih…, eh tapi…, benar juga sih” wajah Rani jadi memerah karena tebakan yang tepat dari Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emangnya ada cowok yang elo taksir sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngng…, ada sebiji…” jawab Rani malu-maluin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha…, baru kali ini gue liat elo begitu gak confidence Ran… Biasanya elo wanita yang sangat percaya diri, bahkan elo sangat perfect memimpin perusahaan lo. Tapi kok, untuk masalah cowok, gue liat elo sepertinya masih ragu kalo elo sekarang sedang suka sama seseorang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Entahlah Han… Sepertinya dia  sangat berbeda dari lelaki yang lain…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berbeda gimana…? Apa dia punya tanduk???” ledek Hanny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila lo…, emang gue suka sama kambing…” Ranny jadi sewot. “Eh…, ngomongnya ntar aja ya, sekarang elo mau makan dan minum apa, gue yang traktir nih” Rani mencoba meng-cancel pembicaraan masalah cowok yang ada di dalam fikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duuuh yang baru gajian…, ok deh, gue pesen kambing guling satu, nasi goreng special dan minumnya banana jus di susul dengan es krim campur” jawab Hanny enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani-pun bengong. “Eh…, elo rupanya belum makan dua hari ya…, pesannya banyak amat?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He he he he he… Gue sih makannya dikit Ran, tapi kucing gue di rumah makannya banyak, maksud gue, ntar kalo gak habis kita bungkus…” jawab Hanny enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampuuun Hanny…, elo kayak apaan aja, kucing pake elo pikirin segala di kafe ini. Kucing mah dikasih makanan kucing, jangan elo beri makanan enak melulu, ntar die jelma jadi lelaki lagi, nah, baru berasa deh lo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha ha ha ha………” mereka berdua-pun tertawa terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114155925957127599?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/114155925957127599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=114155925957127599' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114155925957127599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114155925957127599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/03/cerpen-cintaku-di-india-bag-2.html' title='Cerpen: Cintaku di India (Bag. 2)'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-114111526833236596</id><published>2006-02-28T15:23:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:58:35.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Cerpen: Antara Mahasiswa, Preman dan Seorang Bapak</title><content type='html'>Di suatu siang hari bolong di musim panas, udara panas yang menyengat telah membuat semua orang yang hilir mudik di jalan raya kelimpungan. Bayangkan, 40 derajat celcius! Siapapun orangnya pasti akan tersiksa kegerahan. Tidak heran warung es tebu, warung lassi dan warung cold drink lainnya telah ramai dikunjungi oleh pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, saya beserta teman-teman yang satu perjuangan menuntut ilmu di negeri "Ghandi", juga tergiur untuk menikmati cold drink berjejer bak Pragawati yang berjalan di catwalk dengan menawan. Terbayang begitu nikmat bila minum cold drink di siang hari bolong dengan udara panas sambil menikmati pemandangan di jalan raya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat asyik menikmati cold drink dan lassi, tiba-tiba jalan raya menjadi macet mendadak. Mobil, motor, Rikshaw dan sepeda terhenti laju jalannya. Anak-anak sekolah yang menaiki rikshaw telah terlihat tersiksa oleh temperatur yang sangat panas itu, mereka kegerahan dan kehausan, namun apa daya, jalan telah menjadi macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keingin-tahuan saya dan teman-teman terusik juga, "Ada apa gerangan?". Kami-pun akhirnya keluar dari warung penjaja minuman untuk melihat "sikon" yang terjadi.&lt;br /&gt;"Wuih..., panjang tenan, Rek!!!" kata Joko, mahasiswa dari Jogya yang&lt;br /&gt;mengambil Ilmu Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya bener, gila..., kok jadi macet begini!!!" kate Ical, mahasiswa dari Jakarta yang mengambil Ilmu Psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masya Allah..., bukan main..., panas-panas begini pakai macet segala" kata saya, mahasiswa dari Aceh yang mengambil Ilmu Ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cal..., yok kita tengok dhi sana..., sepertinya adha sesuatu yang membuat jhalan ini machet" kata Joko dengan logat Jhawa-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bener juga tuh..., gue jadi penasaran ade ape. Yuk, Min! Kita liat!" kata Ical menarik tangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di tempat kejadian, ternyata ada seorang preman yang sedang marah-marah sama tukang biryani. Selidik punya selidik, ternyata preman itu tidak mau bayar makanan yang telah dilahapnya. Jadi mereka ribut sampai ke tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian yang seperti itu, Ical jadi gatel juga tangannya untuk ikut campur, apalagi dilihatnya ada preman yang mau bikin kacau, maklumlah, Ical ini dari keluarga turunan Pendekar, jadi tidak bisa melihat kesewenang-wenangan yang terjadi di depan matanya. Tanpa kami sadari, Ical telah berada di antara si Penjual biryani dan si Preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, Bang..., ade ape lu bedua..., elu pade kagak tau ape ni jalan jadi macet gare-gare lu pade!" hardik Ical dengan logat betawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei anak kecil!!! Jangan ikut campur urusan aku, minggir kau!!! hardik si Preman sambil mendorong Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei..., kagak bisa bang..., elu sudah sangat salah dan kudu diberi tau. Elu sudah makan kagak bayar, eh malah bikin ribut di sini sampe ni jalan jadi macet!!!" hardik Ical lagi sambil membalas dorongan si Preman dan menyuruh si Penjual Biryani minggir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei Bangsat!!! Kau anak kecil belum pernah dihajar ya! Aku ini preman di daerah ini. Aku punya authority di tempat ini. Jadi terserah aku, mau makan tidak bayar, mau minta duit ke orang-orang, mau bicara keras-keras..., aku punya HAK!!!" kata Preman yang kini sudah berhadapan dengan Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi yang menjadi tidak karuan itu, Joko menjadi cemas juga, dia berusaha mau menarik Ical, pergi dari tempat kejadian itu, tapi saya melarangnya, karena saya juga mendukung tindakan Ical yang mau membenahi kesewenang-wenangan yang terjadi di sini. Jadi, kalaupun Ical sampai bentrok sama Preman itu, mau tidak mau, saya-pun harus berhadapan dengan Preman itu juga untuk menolong Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He anak kecil!!! Mau minggir nggak!!! Sebelum aku nampol bogem mentah di muka kau!!!" Preman itu menjadi mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He he he he he..." Ical malah cengengesan. "Boleh juga, mari kite adu kemampuan kite, siape yang tahan di sini, he he he..." Ical langsung ambil kuda-kuda yang mantap seraya siap-siap mengeluarkan jurus Cimande ajaran Kakeknya yang turun menurun telah dikeramatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HHHIIIIAAAAAT!!!" si Preman mengeluarkan tonjokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zeb zeb zeb..." si Ical mengelak mundur selangkah. "Ayo, Bang..., keluarkan lagi kemampuannye..., sampe berape jurus lu bisa!!!" si Ical sengaja membuat panas hati si Preman. Gimana enggak panas..., di siang hari bolong dengan udara yang membakar, ada mahasiswa tanggung yang mencoba menghalangi maksud di Preman. Bukan main..., pasti sangat panas tu hatinya Preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HHHIIIAAAAAT...., BRAKK BRAAKKK DUUUKKK!!!" si Preman kembali mengeluarkan tendangan ala Bruce Lee nya yang akhirnya malah menerobos menendang meja dan dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh...aduhhh... huuuu kakiku...." rintih si Preman kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat si Preman lagi kesakitan dan terlihat lengah. Ical datang menghampiri. "He he he..., baru segitu kemampuan elu, baru kena meja sama dinding aja udeh mengaduh kesakitan, apalagi elu kena kaki gue ni..." kate Ical mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heiii..., ada apa nih!!!" tiba-tiba ada seorang Bapak-bapak yang telah berumur langsung melerai mereka berdua. Setelah diterangkan sama Ical mengenai kejadiannya. Bapak itu langsung meminta Ical menyudahi permasalahan itu dan meminta kami pulang. "Biar saya yang mengurus Preman kampung itu" kata Bapak tadi. Lalu Preman tersebut dibawa oleh Bapak tadi beserta Tukang biryani untuk dibawa ke kantor Polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya..., jalan raya-pun kembali mengalir seperti biasa dengan tatapan semua orang yang tertuju kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cal!!! Gila engkau yah..., berani benar engkau mau ngapain Preman itu. Kalau dia dendam dan bawa temannya bagaimana?" kata Joko was was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Joko..., Joko..., kita itu sebagai mahasiswa harus berani menentang ketidak-adilan dan kesewenang-wenangan, jangan takut! Jangankan Preman, Pejabat yang tidak mau dikritik dan tidak mau bertindak benar-pun harus kita lawan!!!" kata Ical dengan nada berapi-api. "Benar kagak, Min!!!" kata Ical seraya minta dukungan dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar-benar..., kita harus berjuang untuk berusaha menjadikan lingkungan kita bersih dan sehat dari hal-hal yang buruk yang dapat membuat kesehatan kita terganggu" jawab saya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuh, kan..., Amin aje ngedukung ape tindakan gue. Ha ha ha...gue jadi puas ni hari, bisa olah raga!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ha ha ha ha ha........" Akhirnya kami bertiga pun tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ical...Ical..., dasar Betawi!" kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei..., minum lagi yuk!!! Gue jadi tambah haus ne...!" ajak Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fadllan Achadan.&lt;br /&gt;     28 Februari 2006, 14.00 Waktu India.&lt;br /&gt;     (Ba'da Melihat Milis PPI India). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-114111526833236596?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/114111526833236596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=114111526833236596' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114111526833236596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/114111526833236596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/02/cerpen-antara-mahasiswa-preman-dan.html' title='Cerpen: Antara Mahasiswa, Preman dan Seorang Bapak'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113869124260046747</id><published>2006-01-31T14:04:00.002+07:00</published><updated>2008-10-31T07:04:06.768+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Seorang Muslim</title><content type='html'>Segala puja dan puji syukur ke hadirat Allah swt, yang telah memberikan segala rahmat dan hidayah-Nya kepada kita ummat manusia tanpa sedikitpun menghitung balas jasa. Salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan nan mulya, Rasulullah saw, beserta para keluarganya, para sahabatnya dan insyaAllah sampai kepada kita para pengikutnya. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang Muslim, kita percaya sepenuhnya bahwa Islam adalah agama yang telah diberkahi oleh Allah swt, yang telah disampaikan dan diajarkan oleh utusan pilihan-Nya, Rasulullah Muhammad saw. (Al Maa-idah : ayat 3).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang Muslim, sudah sepatutnya kita menjalankan semua yang telah diperintahkan oleh Allah swt, apakah itu berupa larangan ataupun berupa suruhan. Kemudian, bagi seorang Muslim yang tidak menjalankan apa-apa yang telah Allah swt, perintahkan, maka ia akan mendapat “bad reward” berupa hukuman di Neraka, yaitu tempat hukuman bagi pelanggar perintah Allah swt, yang isinya adalah api yang sangat panas dengan bahan bakarnya berupa jin dan manusia. Na’udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk dapat menjadi seorang Muslim yang sebenarnya? Sebelumnya, kita harus mengerti beberapa point berikut ini;&lt;br /&gt;1. Kita harus sadar benar bahwa titel seorang Muslim itu tidak datang dengan sendirinya, seperti misalnya, apabila ayah dan ibu kita Muslim maka dapat dipastikan kita akan menjadi seorang Muslim. Hal itu tidaklah benar. Muslim atau tidak Muslimnya seseorang, tidak bisa dipastikan dan ditentukan oleh kelahiran yang kebetulan berada di keluarga yang menganut agama Islam. Seorang Muslim dapat dikatakan Muslim apabila seorang manusia telah sadar benar untuk mengikuti jalan dan memeluk agama Islam tanpa melalui suatu paksaan dari pihak-pihak lain.&lt;br /&gt;2. Apabila kita merasa seorang Muslim, maka sudah sewajarnya mengikuti tuntunan perilaku yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad saw, baik dalam perkataan, perbuatan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;3. Yang namanya seorang Muslim, sudah tentu selalu mengutamakan ilmu pengetahuan. Dimana dengan ilmu pengetahuan tersebut, ia akan berusaha keluar dari kebodohan, kebodohan tingkah laku dan kebodohan akal. Dengan ilmu pengetahuan, kita tidak akan terombang-ambing dengan semua macam godaan, baik yang berasal dari manusia ataupun syaithon, sehingga akan memantapkan hati kita untuk terus mencari ilmunya Allah swt, yang telah tertulis di dalam Al Quran dan tersebar di dalam alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya tiga point tersebut di atas, kita sebagai seorang Muslim, diharapkan akan terus bersungguh-sungguh untuk berusaha menjadi seorang Muslim yang sebenarnya, seperti yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw, beserta para sahabatnya, sehingga mereka dapat mencapai suatu zaman keemasan, dengan hanya berbekal iman dan taqwa. Marilah kita tanamkan niat kita untuk selalu berusaha berada dekat dengan Allah swt, sehingga kita dapat menjalankan profesi kita sebagai pegawai, pelajar, guru, ulama, pengusaha, sastrawan dan lain sebagainya dengan tidak keluar dari jalur-jalur Islam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113869124260046747?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113869124260046747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113869124260046747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113869124260046747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113869124260046747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/opini-menjadi-seorang-muslim.html' title='Menjadi Seorang Muslim'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113869092841245361</id><published>2006-01-31T13:50:00.001+07:00</published><updated>2008-10-31T07:02:48.234+07:00</updated><title type='text'>Mari Membaca</title><content type='html'>Oleh: Ary Ginanjar Agustian&lt;br /&gt;Dari bukunya: Emotion Spiritual Question&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaizen” adalah suatu metode yang sangat dipegang teguh di Jepang. Kaizen artinya adalah proses penyempurnaan secara terus menerus yang tiada henti. Kaizen inilah yang telah mengubah wajah Jepang menjadi sebuah bangsa yang memiliki suatu peradaban yang sangat maju saat ini, serta memiliki teknologi yang bahkan bisa mengalahkan “Barat”. Penguasaan mereka dalam bidang perdagangan dunia, telah menempatkan bangsa Jepang menjadi bangsa yang sangat diperhitungkan dalam percaturan dunia. Kaizen tidak akan pernah berjalan tanpa dilandasi oleh dorongan untuk berfikir dan belajar secara terus-menerus atau secara disiplin menuju ke arah kesempurnaan. Inilah rahasia keberhasilan mereka. Allah SWT, sesungguhnya mendorong manusia untuk melakukan hal ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Restorasi Meiji” di Jepang adalah suatu langkah monumental untuk memperbaiki kondisi ekonomi, teknologi dan budaya bangsa Jepang. Ini merupakan suatu loncatan besar bangsa Jepang untuk suatu kemajuan di segala bidang. Pada masa sebelum restorasi ini dilakukan, Jepang adalah sebuah kekaisaran yang sangat tertutup. Kemudian ketika Restorasi Meiji dilakukan, mereka membubarkan sistem kasta, dimana saat itu kaum Samurai-lah yang memegang kendali bangsa Jepang. Namun sifat-sifat kaum Samurai yang baik tetap terpelihara dan bahkan dijadikan sikap teladan yang disebarkan ke seluruh rakyat Jepang seperti: sikap pantang menyerah; menjunjung tinggi kehormatan dan kepribadian; sopan-santun; ta’at kepada atasan dan selalu hemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, untuk mengejar ketertinggalannya, kaum muda Jepang dikirim oleh pemerintahnya ke berbagai negara di kawasan Eropa dan Amerika secara besar-besaran, dengan tujuan untuk belajar. Semua buku-buku barat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang sehingga memudahkan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dunia barat. Hingga saat inipun, hampir semua buku tentang ilmu pengetahuan barat telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Buku-buku di sana dijual dengan harga sangat murah. Dorongan ini telah membuat bangsa Jepang memiliki kebiasaan gemar membaca. Hal itu bisa dilihat dimana-mana di Jepang, baik di kereta api, di dalam bus kota, di stasiun-stasiun, atau dimana saja, hampir semua membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua ilmu pengetahuan telah mereka serap dan mereka kuasai, maka mereka menyempurnakannya lagi. Contoh: Produksi mobil di Amerika Serikat seperti Chrysler, Ford, atau Chevrolet umumnya berbentuk besar, berat dan boros bahan bakar. Oleh bangsa Jepang hal ini dibaca, dicermati, dievaluasi dan pada akhirnya disempurnakan. Kemudian lahirlah industri mobil Jepang yang memproduksi mobil ringan, murah dan hemat bahan bakar seperti merek Honda, Toyota dan Suzuki. Inilah contoh nyata dari suatu kebiasaan membaca, kebiasaan berfikir, dan kebiasaan mengevaluasi dan menyempurnakan. “Allah meninggikan derajat bagi kaum yang senantiasa berfikir”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat hal demikian yang sangat positif bagi bangsa Jepang, ada baiknya kita mencontoh hal tersebut dengan membiasakan diri kita untuk selalu membaca buku-buku yang bernilai positif dan bermanfaat. Dan untuk lebih merealisasikan hal itu, kiranya kita perlu suatu tempat yang bernama perpustakaan umum atau perpustakaan pribadi untuk melatih diri kita agar mau membaca demi mencapai derajat yang tinggi seperti yang telah Allah SWT, janjikan kepada kita. Semoga Allah swt, memberkahi kita dengan hati yang lembut oleh ilmu pengetahuan. Katakanlah: “Samakah orang yang berilmu dan orang yang tiada berilmu...?” (Q.S. Az-Zumar, ayat 9). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113869092841245361?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113869092841245361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113869092841245361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113869092841245361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113869092841245361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/opini-mari-membaca.html' title='Mari Membaca'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113868940947991281</id><published>2006-01-31T13:27:00.001+07:00</published><updated>2008-10-31T07:01:55.775+07:00</updated><title type='text'>Ilmu Pengetahuan Dapat Membuat Bahagia</title><content type='html'>Oleh: ‘Ayidh bin ‘Abdullah Al-Qarni&lt;br /&gt;Dari Bukunya: Laa Tahzan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan Dia telah mengajarkan kepadamu sesuatu yang tidak kamu ketahui sebelumnya, dan karunia yang Allah limpahkan kepadamu sangatlah besar”. (Q.S. An-Nisaa (4), ayat 113).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan itu mematikan nurani, membunuh kehidupan, dan menyia-nyiakan umur. “Sesungguhnya Aku memperingatkan kamu supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan” (Q.S. Huud (11), ayat 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu adalah penerang mata hati, menghidupkan jiwa, dan pemacu semangat. “Apakah orang yang dahulunya kafir, kemudian Kami berikan petunjuk (keimanan) kepadanya dan Kami berikan kepadanya cahaya (ilmu) yang dengannya dia dapat berjalan diantara manusia, serupa dengan orang yang keadaannya tetap berada dalam gelap gulita (kekafiran) yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?” (Q.S. Al-An’aam (6), ayat 122).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kebahagiaan dan keceriaan itu datang beriringan dengan ilmu, karena ilmu mampu mengubah sesuatu yang tidak jelas menjadi jelas. Dengan ilmu, kita seakan menemukan sesuatu yang telah hilang dan seakan menyingkap sesuatu yang tertutup. Dengan ilmu, jiwa akan mendapatkan pengetahuan baru dan selalu ingin mengkaji berbagai pengetahuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kebodohan hanya akan membuahkan kebosanan dan kesedihan. Kebodohan akan membuat hidup menjadi statis, tanpa sesuatu yang baru, tanpa keinginan untuk memperbaharui, dan tanpa sesuatu yang menyenangkan. Kemarin terasa bagaikan hari ini dan hari ini bagai esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin memdapatkan kebahagiaan, tuntutlah ilmu; carilah pengetahuan; dan raihlah manfaatnya, maka kesedihan, kecemasan, dan kekhawatiran akan terusir dari hidup kita. “Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku” (Q.S. Thaahaa (20), ayat 114). “Bacalah (Al-Qur’an) dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan (semua makhluk)” (Q.S. Al-Alaq (96), ayat 1). “Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi baik, niscaya akan Dia pahamkan tentang agama (Islam)” (Al-Hadith).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah pantas seseorang membanggakan harta atau kedudukan yang dimilikinya, sedangkan dia seorang yang bodoh tanpa pengetahuan sama sekali. Kehidupannya sama sekali tidak sempurna dan umumnya tidak akan memberikan manfaat. “Apakah orang yang mengetahui (dan meyakini) bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar, sama dengan orang yang buta (kafir)?” (Q.S. Ar-Ra’d (13), ayat 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Zamakhsyari berkata di dalam puisinya:&lt;br /&gt;Begadang karena mencari ilmu&lt;br /&gt;Lebih nikmat bagiku daripada kekayaan&lt;br /&gt;Dan kepuasan yang telah kucapai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perputaran roda kehidupan&lt;br /&gt;Telah melemparkanku ke dalam kesulitan&lt;br /&gt;Namun itu lebih menyenangkan&lt;br /&gt;Sebab aku terus belajar menyelesaikan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara goresan pena di atas kertasku lebih merdu&lt;br /&gt;Daripada alunan lagu kasmaran&lt;br /&gt;Lebih indah daripada tabuhan rebana remaja putri&lt;br /&gt;Sedangkan lembaran tulisanku&lt;br /&gt;Menebarkan butiran pasir hikmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kalian semua&lt;br /&gt;Raihlah harapan dan mimpimu&lt;br /&gt;Seberapapun jarak penulis dengan bukunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah aku tertidur dua bulan&lt;br /&gt;Sampai mimpiku menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mulia ilmu pengetahuan dan betapa bahagia jiwa yang bergaul dengannya! Betapa sejuk dada yang disiramnya! Betapa bahagia hati ini menyambut kehadirannya! “Apakah orang yang berpegang pada kebenaran yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang buruk amal perbuatannya dan mengikuti hawa nafsunya?” (Q.S. Muhammad (47), ayat 14). &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113868940947991281?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113868940947991281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113868940947991281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113868940947991281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113868940947991281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/opini-ilmu-pengetahuan-dapat-membuat.html' title='Ilmu Pengetahuan Dapat Membuat Bahagia'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113810034291841556</id><published>2006-01-24T17:16:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T22:01:39.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Ibu... Ibu... Ibu..., Ayah.</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/1600/8523scd.1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/8042/1875/200/8523scd.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;adalah wanita yang telah melahirkanku&lt;br /&gt;merawatku&lt;br /&gt;membesarkanku&lt;br /&gt;mendidikku&lt;br /&gt;hingga diriku telah dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian&lt;br /&gt;tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri&lt;br /&gt;tatkala perutku terasa lapar dan haus&lt;br /&gt;tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;adalah wanita yang penuh perhatian&lt;br /&gt;bila aku sakit&lt;br /&gt;bila aku terjatuh&lt;br /&gt;bila aku menangis&lt;br /&gt;bila aku kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;telah kupandang wajahmu diwaktu tidur&lt;br /&gt;terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan&lt;br /&gt;terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran&lt;br /&gt;terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang&lt;br /&gt;terdapat sinar kelelahan karena aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang selalu merepotkanmu&lt;br /&gt;aku yang selalu menyita perhatianmu&lt;br /&gt;aku yang telah menghabiskan air susumu&lt;br /&gt;aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;engkau menangis karena aku&lt;br /&gt;engkau sedih karena aku&lt;br /&gt;engkau menderita karena aku&lt;br /&gt;engkau kurus karena aku&lt;br /&gt;engkau korbankan segalanya untuk aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;jasamu tiada terbalas&lt;br /&gt;jasamu tiada terbeli&lt;br /&gt;jasamu tiada akhir&lt;br /&gt;jasamu tiada tara&lt;br /&gt;jasamu terlukis indah di dalam surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu&lt;br /&gt;karena jasamu&lt;br /&gt;tiada terbalas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya tangisku sebagai saksi&lt;br /&gt;atas rasa cintaku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH&lt;br /&gt;juga kepada Ayah...!!! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113810034291841556?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113810034291841556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113810034291841556' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113810034291841556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113810034291841556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-ibu-ibu-ibu-ayah.html' title='Puisi: Ibu... Ibu... Ibu..., Ayah.'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113662510791533231</id><published>2006-01-07T16:09:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T22:02:09.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Kita Tidak Sendiri</title><content type='html'>Bersabar adalah bunga hati&lt;br /&gt;Yang bila tidak disiram dengan keimanan akan mati&lt;br /&gt;Penuhi diri dengan zikir pada Ilahi&lt;br /&gt;Supaya dapat kasih sayang Allah yang hakiki&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini penuh dengan duri&lt;br /&gt;Bagi hamba yang tekun mengabdi&lt;br /&gt;Tetapi kita jangan bersedih hati&lt;br /&gt;Karena Allah yang akan selalu menemani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Allah telah hadir dalam diri&lt;br /&gt;Maka tidak seorangpun akan menzalimi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sahabat-sahabat sejati&lt;br /&gt;Kita tidak sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadllan Achadan&lt;br /&gt;Aligarh, 7 Januari 2006&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113662510791533231?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113662510791533231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113662510791533231' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113662510791533231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113662510791533231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-kita-tidak-sendiri.html' title='Puisi: Kita Tidak Sendiri'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113654855961865638</id><published>2006-01-06T18:50:00.002+07:00</published><updated>2008-10-31T07:07:27.606+07:00</updated><title type='text'>What is Islam</title><content type='html'>by Prof. Masudul Hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Literal meaning of Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Literally “Islam” means submission, surrender, obedience and peace. Islam stands for complete surrender and submission to God. Islam envisages that the way to peace and progress for man lies in submission to God. The message of Islam is enshrined in the declaration of faith “There is no god but Allah the Creator of Universe, and Muhammad is His messenger”. It is a revolutionary message, which makes man aware of his origin and his destiny. Islam establishes the link between men with the purpose of life, makes him the vicegerent of God, and confers on him the status of the crown of creation.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Faith of Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam is primarily a matter of faith. Such faith stands for certain beliefs. Such beliefs are: belief in the unity of God; belief in the finality of the prophet hood of Muhammad (peace be on him); belief in the prophets that Allah commissioned from time to time; belief in the Holy Qur’an and other holy books revealed to the prophets from time to time; belief in the angels; belief in the life after death; and belief in the Day of Judgment. Such beliefs are intended to inculcate in man belief in him self, and belief in his destiny. Motivated and fortified with the faith in Islam, man can virtually move mountains and rise to any height.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Discipline of Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;In order to enable man to fulfils his mission as the vicegerent of God, Islam seeks to discipline man through the offering of prayers to God five times a day; through the observance of fast for one month in a year; through the giving on Zakat on their assets for the welfare of the poor; through undertaking pilgrimage to the Kaaba at least once during life-time; and through readiness to undertake Jihad in the cause of God. Such disciplined people are to establish a social order characterized by social justice, public welfare and a high sense of social and moral virtues. In the Holy Qur’an Allah refers to the Muslims as the best of community among mankind, and Islam seeks to build up the Muslims as the model of humanity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Characteristics of Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;The characteristics of Islam are its universality; its comprehensiveness; its rationalism; its positivism; its pragmatism; its egalitarianism and its simplicity. Islam is universal in scope, and seeks to set up universal brotherhood among men. It is most rational in concept. It has liberated mankind from superstitions, which characterized the ancient religions. It takes a positive and not a negative view of life. It stands for progress and challenges and overcome them. It stands for equality among the people. There is no priesthood in Islam; one can have communion with God without the intercession of any human agency. It is conspicuous for its simplicity. Islam stands for no elaborate ritual; its message appeals to the heart as well as to reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ideals of Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Islam is a way of life. This means that Islam is not concerned with mere religious rituals; it seeks to regulate human conduct in all fields of life, and spheres of action. It has set certain ideals, and the aim of Islamic socio-political order is to provide the necessary climate for the blossoming of such ideals to fruition. Such ideals are religious, social, moral, intellectual, cultural, political and international. The religious ideal of Islam is to establish belief in the unity of God and the prophet hood of Muhammad (peace be on him) throughout the worlds. The social ideal is to create a pattern of social order where under there are no distinctions of caste, creed, colour, the rich and the poor. The moral ideal is to make every person an embodiment of moral virtues. The intellectual ideal is to promote the acquisition of knowledge. The cultural ideal is to bring about a wholesome synthesis between the material and spiritual aspects of life. The political ideal is to establish a welfare state. The international ideal is to establish a universal state based on the brotherhood of men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Islam a Religion&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Like other religions, Islam is also a religion. In his “Lectures”, Allama Iqbal has quoted with approval the following definition of “Religion” by Professor Whitehead: “Religion is a system of general truths which have the effect of transforming character when they are sincerely held, and vividly apprehended”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam is the most powerful and patent instrument for transforming the character of the believers and as such it is religion par excellence. The equivalent of “religion” under Islam is Din. According to the Dictionary of Technical Terms “Din” is defined as: “A divine institution which guides rational beings, by their choosing it, to salvation here and thereafter and which covers both articles of belief and action”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Islam vis-à-vis other religions&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;In the Holy Qur’an Allah says, “This day We have perfected the religion for you, Islam”. Islam is thus on the testimony of Allah, the most perfect religion. Among the religions of the world, Hinduism, Buddhism, Jainism, Zoroastrianism, Confucianism are more of philosophies than religions proper. Whatever foundation literature exists about these creeds is based on human speculation, and is not divinely revealed. Judaism, Christianity and Islam alone are revealed and they alone have the title to be called as religions. Judaism is deficient to the extent that the concept of God there under is that of a tribal God, and not that of a universal God. In Christianity the concept of God has been distorted by making Jesus Christ and Holy Ghost share godhood in “Trinity”. Islam alone presents God in proper perspective. While comparing Islam to Judaism and Christianity in his book Three Great Religions, Clarke has observed as follows: “It is the distinctive characteristic of Islam, as taught by Muhammad, that it combines within itself the grandest and the most prominent features in all religions compatible with the reason and moral intuition of man. It is not merely a system of positive moral rules, based on a true conception of human progress, but it is also the establishment of certain principles, the enforcement of certain dispositions, the cultivation of a certain temper of mind, which the conscience is to apply to the ever varying exigencies of time and place”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Social and political order of Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;In view of its dynamic character, Islam provides for the best social and political order. In this connection, H.G. Wells observes as follows in his book History of the World: “and if the reader entertains any delusions about a fine civilization, either Persian, Roman, Hellenic of Egyptian being submerged by Islam, the sooner he dismisses such ideas the better. Islam prevailed because it was the best social and political order. Islam was the broadest, freshest, and cleanest political idea that had yet come into actual activity in the world, and it offered better terms than any other to the masses of mankind”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Vitality of Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;About the vitality of Islam, Bernard Shaw observes as follows: “I have always held the religion of Muhammad in the highest estimation because of its wonderful vitality. It is the only religion, which appears to me to posses that assimilating capability to the changing phase of existence, which can make itself appeal to every age. I have studied him – the wonderful man – in my opinion far from being anti – Christ, he must be called a savior of humanity. I believe that if a man like him were to assume dictatorship of the modern world he would succeed in solving the problems in a way that would bring it the much needed peace and happiness. I have prophesied about the faith of Muhammad that it would be acceptable to the Europe of tomorrow as it is beginning to be accepted by Europe of today”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113654855961865638?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113654855961865638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113654855961865638' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113654855961865638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113654855961865638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/artikel-what-is-islam.html' title='What is Islam'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113637834105403757</id><published>2006-01-04T19:38:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T22:03:11.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Lihatlah !!!</title><content type='html'>Lihatlah! Hatiku berbunga&lt;br /&gt;Baunya harum mewangi&lt;br /&gt;Warnanya beraneka&lt;br /&gt;Membuat semua lebah jatuh hati&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah! Hatiku berbuah&lt;br /&gt;Buahnya harum mewangi&lt;br /&gt;Rasanya manis melimpah&lt;br /&gt;Membuat semua serangga jatuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah! Lihatlah!&lt;br /&gt;Hatiku menyatu&lt;br /&gt;Menyatu dengan cinta kasih&lt;br /&gt;Cinta kasih Ilahi Yang Satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadllan Achadan&lt;br /&gt;Aligarh, 23-12-2005.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113637834105403757?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113637834105403757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113637834105403757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637834105403757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637834105403757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-lihatlah.html' title='Puisi: Lihatlah !!!'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113637824744505554</id><published>2006-01-04T19:36:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:49:11.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Katakan saja………</title><content type='html'>Katakan saja……jangan kau pendam !&lt;br /&gt;Suara itu terus terngiang dalam fikiran,&lt;br /&gt;Menyemangati perasaan yang sedang bimbang,&lt;br /&gt;Katakan saja……apa susahnya ?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, baru sebulan Ia kukenal&lt;br /&gt;Tak dapat diam hatiku bergetar&lt;br /&gt;Getaran yang tidak teratur denyutnya&lt;br /&gt;Semakin dipendam semakin membara terbakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah……katakan saja !!&lt;br /&gt;Apa susahnya untuk mengungkapkan ?&lt;br /&gt;Jangan kau pendam jangan kau simpan&lt;br /&gt;Tinggal katakan saja !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhuyung gontai aku melangkah&lt;br /&gt;Tak tahu pasti kemana ku mengarah&lt;br /&gt;Segunung luapan hati telah mengalir dalam darah&lt;br /&gt;Seakan ingin mengeluarkan kata sepatah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang……ya sekarang……&lt;br /&gt;Mantap sudah hatiku untuk bersuara&lt;br /&gt;Tak kuhiraukan kesedihan yang akan kurasa&lt;br /&gt;Dengan segala kejadian yang akan menimpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang……ya harus sekarang……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin berkata……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada Tuhan kecuali Alloh !!!&lt;br /&gt;Dan……&lt;br /&gt;Muhammad adalah rasululloh !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadllan&lt;br /&gt;02.00, 09-06-2004.&lt;br /&gt;New Delhi, India.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113637824744505554?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113637824744505554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113637824744505554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637824744505554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637824744505554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-katakan-saja.html' title='Puisi: Katakan saja………'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113637817036860520</id><published>2006-01-04T19:35:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:48:09.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Tuntunan Kata Hati</title><content type='html'>Adalah hati yang akan menjadi Rajamu&lt;br /&gt;Hati yang terdapat untaian kata yang murni&lt;br /&gt;Membimbing kepada jalan yang lurus&lt;br /&gt;Menghindari jalan kesesatan yang berliku&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang cenderung bertindak melalui kata hati&lt;br /&gt;Akan selamat dirinya dan orang lain&lt;br /&gt;Siapa yang cenderung menghindari kata hati&lt;br /&gt;Tunggu sajalah kehancuran diri dipenuhi nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan mulia seorang pejabat bila mengikuti kata hati&lt;br /&gt;Dengan tidak melakukan korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan mulia seorang pedangang bila mengikuti kata hati&lt;br /&gt;Dengan tidak memanipulasi timbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan mulia seorang pelajar bila mengikuti kata hati&lt;br /&gt;Dengan tidak mencontek kala ujian di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan mulia seorang manusia di bumi&lt;br /&gt;Dengan tekun menegakkan ibadah shalat 5 waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka. Turutilah kata hatimu karena ia…&lt;br /&gt;Akan menuntunmu pada jalan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadlan Achadan&lt;br /&gt;Delhi, 10.40, 30 Juni 2004.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113637817036860520?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113637817036860520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113637817036860520' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637817036860520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637817036860520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-tuntunan-kata-hati.html' title='Puisi: Tuntunan Kata Hati'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113637809518342988</id><published>2006-01-04T19:33:00.000+07:00</published><updated>2007-04-25T21:46:56.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Cinta</title><content type='html'>Kala cinta tumbuh di hati&lt;br /&gt;Serasa ia penuhi diri&lt;br /&gt;Makan tak enak tidur tak nyenyak&lt;br /&gt;Tatkala getarannya selalu menyentak&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang datang menunggu malam&lt;br /&gt;Malam datang menunggu siang&lt;br /&gt;Hilang cinta hidup kan kelam&lt;br /&gt;Datang cinta repot bukan kepalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati darimanakah datangnya&lt;br /&gt;Semakin terasa semakin menjadi&lt;br /&gt;Cinta sejati bukan dari seorang anak manusia&lt;br /&gt;Cinta sejati adalah cinta kepada Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadllan&lt;br /&gt;Delhi, Juni 2004.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113637809518342988?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113637809518342988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113637809518342988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637809518342988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637809518342988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-cinta.html' title='Puisi: Cinta'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113637796708186084</id><published>2006-01-04T19:31:00.000+07:00</published><updated>2006-01-05T18:29:24.186+07:00</updated><title type='text'>Cahaya di Atas Cahaya</title><content type='html'>Allah adalah cahaya langit dan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan cahayaNya adalah ibarat misykat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam misykat itu ada pelita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelita itu dalam kaca&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaca itu laksana bintang berkilau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyalakan dengan minyak pohon yang diberkati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon zaitun yang bukan di timur atau di barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang minyaknya hampir-hampir menyala dengan sendirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tiada api menyentuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya di atas cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menuntun kepada cahayaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang ia kehendaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah membuat perumpamaan bagi manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah mengetahui segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q.S. An-Nuur, ayat 35).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113637796708186084?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113637796708186084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113637796708186084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637796708186084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637796708186084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/cahaya-di-atas-cahaya.html' title='Cahaya di Atas Cahaya'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113637760025767912</id><published>2006-01-04T19:25:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T14:06:20.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Bulan Merindu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJpNu1e32I/AAAAAAAAALA/Pri06AQqry4/s1600-h/bulan+sabit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269890198608469858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 79px; CURSOR: hand; HEIGHT: 119px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJpNu1e32I/AAAAAAAAALA/Pri06AQqry4/s200/bulan+sabit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Telah tiba malam beranjak menyelimuti alam semesta&lt;br /&gt;Suasana gelap perlahan menampakkan kejelasannya&lt;br /&gt;Bangunlah semua makhluk malam menyebar mencari rezeki&lt;br /&gt;Tertidur pulaslah semua makhluk siang menuai mimpi-mimpi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung hantu tegak berdiri di atas sebuah dahan yang rindang&lt;br /&gt;Sendiri memandang ke atas mencari sang bulan merindu&lt;br /&gt;Sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan&lt;br /&gt;Akankah bulan merindu datang menjenguk untuk menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu burung hantu mantapkan hati untuk tegar&lt;br /&gt;Terus menunggu pujaan hati datang membawa senyuman&lt;br /&gt;Bulan merindu begitu sangat diidam-idamkannya&lt;br /&gt;Walau badan goyah tidak makan karena menantinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secercah cahaya terang namapak dari kejauhan sana&lt;br /&gt;Burung hantu sigap badan melebarkan mata memandang&lt;br /&gt;Bulan merindu datang dengan elok dan cantiknya&lt;br /&gt;Memenuhi janji dengan sang kekasih burung hantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang hati burung hantu melambung jauh timbulkan semangat&lt;br /&gt;Sang kekasih datang memenuhi janji membawa kebahagiaan&lt;br /&gt;Bulan merindu memang elok dan indah dipandangnya&lt;br /&gt;Sampai…tak kuasa jiwa hingga lepas terbang menyambut bulan merindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Fadllan&lt;br /&gt;11.53, 23-07-2004.&lt;br /&gt;New Delhi, India.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113637760025767912?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113637760025767912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113637760025767912' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637760025767912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637760025767912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-bulan-merindu.html' title='Puisi: Bulan Merindu'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJpNu1e32I/AAAAAAAAALA/Pri06AQqry4/s72-c/bulan+sabit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113637747586928444</id><published>2006-01-04T19:22:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T14:02:50.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Yang Maha</title><content type='html'>Yaa Ilahii……&lt;br /&gt;Telah Kau bukakan tabir ghaibMu kepadaku&lt;br /&gt;Kau tunjukkan rahasia alamMu untukku&lt;br /&gt;Kau tuntun jalanku menuju shiratMu&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Ilahi……&lt;br /&gt;Berapa banyak lagi ilmuMu Kau curahkan&lt;br /&gt;Berapa banyak lagi karuniaMu Kau limpahkan&lt;br /&gt;Berapa banyak lagi celupan cahayaMu menyinari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Ilahi……&lt;br /&gt;Dapatkah diriku bersyukur ?&lt;br /&gt;Dapatkah diriku ta’at padaMu ?&lt;br /&gt;Ataukah aku malah kufur ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Ilahi……&lt;br /&gt;Menangis tersedu aku membasahi sajadah&lt;br /&gt;Tatkala selalu mengingat diriMu&lt;br /&gt;Yang Maha Rahman dan Maha Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Ilahi……&lt;br /&gt;Lapang dadaku kau tunjukkan jalan&lt;br /&gt;Mantap hatiku dengan Iman kepadaMu&lt;br /&gt;Tenang sudah jiwaku dengan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau Yang Terindah……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau yang Elok……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat Yang Maha Mulia……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……..ﷲﺍ………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadllan Achadan&lt;br /&gt;11.37, 11-06-2004.&lt;br /&gt;New Delhi, India.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113637747586928444?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113637747586928444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113637747586928444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637747586928444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113637747586928444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/puisi-yang-maha.html' title='Puisi: Yang Maha'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113636979933508791</id><published>2006-01-04T17:11:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T14:01:41.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Cerpen: Siti Nurjannah dan Mariam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Kriiik kriiik kriiik..., Huu... huuu... huuu..., Guk guk guk Aauuuuuuuuu...!!!" Suara jangkrik, burung hantu dan anjing liar saling sahut-sahutan seraya memenuhi alam yang telah gelap oleh malam di sekitar Pemakaman Umum Kebun Karet, Dodhpur-Aligarh. Sesekali angin menghembus dengan perlahan merayapi tanah pemakaman itu yang menyebabkan semua pepohonannya menari secara lembut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang dingin telah merubah suasana Pemakaman Umum itu menjadi mencekam bagi warga sekitar yang tinggal di daerah Dodhpur. Tidak ada lagi warga yang berani keluar apabila jam telah menunjukkan pukul 22 malam. Jangankan untuk keluar, mengintip dari jendela saja mereka tidak berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada lagi orang yang lalu lalang di sekitar pemakaman itu, maka suasana di pemakaman itu setiap harinya hanya dipenuhi oleh suara jangkrik, burung hantu atau burung gagak, dan anjing liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencekam memang. Dan kesunyian yang disebabkan karena sepi itu telah dimanfaatkan oleh semua penduduk Pemakaman Umum Kebun Karet alias Ruh-Ruh dari mayat-mayat yang telah dikuburkan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila jam telah menunjukkan pas pukul 22 malam, mereka keluar dari kuburannya masing-masing dan meramaikan Pemakaman Umum Kebun Karet itu dengan kegiatannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu kuburan itu, tinggallah seorang mayat wanita yang baru saja meninggal tadi siang, wangi bunga kamboja yang ditaburkan oleh sanak keluarganyapun masih menyengat terasa dan warna tanahnya saja masih merah menandakan tanah itu baru saja diurug. Siti Nurjannah namanya, wanita yang semasa hidupnya itu tinggal di sebuah rumah besar di sebelah Green Crescent Public School, sebuah sekolah yang cukup besar, yang dijadikan tempat kost oleh dua orang mahasiswa dari Indonesia, Zoelkamdi dan Dul Rohim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Nurjannah pun keluar dari kuburannya dengan secara perlahan lalu ia duduk di samping kuburannya seraya melihat sekeliling pemakaman umum itu yang telah penuh dengan ruh-ruh yang juga baru keluar dari kuburannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah kuburannya Siti Nurjannah, ada kuburan seorang mayat wanita juga yang telah meninggal dua tahun lalu karena gantung diri akibat suaminya kawin lagi dengan wanita lain setelah ia melahirkan anak keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat teman barunya itu, Siti Nurjannah amat senang dan kemudian ia berkenalan dengannya. "Hallo apa kabar, siapa namamu?" tanya Siti Nurjannah. "Mariam" kata ruh wanita itu. "Rumahmu dulu dimana dan kamu mati karena apa?" tanya Siti Nurjannah lagi. "Rumahku dulu di Safdarjung Enclave New Delhi, dan aku mati karena gantung diri sebab aku kesal suamiku telah menikah lagi dengan orang lain" kata Mariam.&lt;br /&gt;"Loh kok bisa dikuburkan di sini?" tanya Siti Nurjannah penasaran. "Iya, setelah mengetahui suamiku menikah lagi di Aligarh, akupun menyusul dia ke sini untuk memberi pelajaran kepadanya dengan menggantung diriku di depan rumah baru suamiku dengan istri barunya" kata Mariam sambil bersedih. "Ma'af ya, kalau aku telah membuatmu bersedih kembali" kata Siti Nurjannah meminta ma'af. "Tidak apa-apa, cuma aku kasihan sama dua orang anakku yang sekarang diasuh oleh Kakek dan Neneknya, mereka masih kecil-kecil" Isak Mariam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Mariam menangis tersedu-sedu, Siti Nurjannah memeluknya seraya berusaha menghibur untuk menghilangkan kesedihan Mariam. "Eh Mariam, main kerumahku yang lama yuk, rumahnya tidak jauh kok dari sini, di sana enak loh, selain banyak bunga di tamannya dan yang terpenting adalah dua orang Mahasiswa AMU dari Indonesia yang tinggal di sebuah sekolah sebelah rumahku. Mereka sangat ramah dan biasanya kalau mereka sedang main badminton di sore hari, aku selalu menegur mereka" kata Siti Nurjannah bersemangat. "Ayolah kalau begitu" kata Mariam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka berdua berjalan menyisiri pasar Dodhpur yang telah sepi, tampak sekali dari keadaan yang kotor bahwa di pasar ini sangatlah ramai dikunjungi orang pada siang harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu Mariam..., itu rumahku" Siti Nurjannah menunjuk ke bekas rumahnya. "Eh Mariam, kita nanti saja ya kerumahku, lebih baik kita ke sekolahan itu, disanalah tempat dua orang mahasiswa Indonesia itu tinggal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Siti Nurjannah membawa Mariam menuju ke sekolah itu. Sesampainya di depan pintu salah seorang mahasiswa yang bernama Dul Rohim, Siti Nurjannah dan Mariam masuk ke kamar mahasiswa tersebut. Dilihat oleh mereka seorang mahasiswa yang sedang sibuk belajar, di mejanya berserakan bermacam buku yang akan dibacanya. "Rapih juga kamarnya, baru kali ini aku bisa masuk ke kamarnya" kata Siti Nurjannah. "Ho oh..." kata Mariam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dul Rohim yang sedang belajar, merasakan sesuatu yang menurutnya agak lain dari biasanya, bulu kuduknya merinding, jantungnya tiba-tiba saja langsung deg-degkan, "Eh, kok lain yah suasananya malam ini, sepertinya aneh dan tidak biasanya, apa karena baru ada yang meninggal tadi siang di rumah sebelah ya...?" Dul Rohim bertanya-tanya. "Wah, enggak iya nih..., ah..., lebih baik aku ke atas dulu ah menemui Bang Zoelkamdi" pikir Dul Rohim. Siti Nurjannah dan Mariam menahan tawanya, "Hi hi hi...". Lalu mengikuti Dul Rohim dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salam'alaikum Bang Zoelkamdi!!!, buka pintu Bang, cepetan!!!". Pintu pun terbuka. "Ada apa lo, malam-malam begini ke kamarku, apa kagak tahu kalau tadi siang baru ada yang meninggal di sebelah!!!" kata Zoelkamdi. "Nah karena itu Bang, sekarang aku merasa lain, seperti ada sesuatu, aku boleh masuk Bang!!!" kata Dul Rohim. "Ah elo..., pake merasa sesuatu segala, emangnya elo dukun bisa merasa ada makhluk halus!" kata Zoelkamdi sedikit takut. "Udah deh Bang, biarin saya masuk biar kita aman" kata Dul Rohim sambil menyerobot masuk ke kamar Zoelkamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka masuk dan menutup kamar. Siti Nurjannah dan Mariam pun ikut masuk ke kamar mereka dan langsung duduk di tempat menyimpan buku yang terletak di bagian atas dari kamar Zoelkamdi sambil memperhatikan dua orang mahasiswa Indonesia itu dengan senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh Dul, saya juga jadi merasa ada yang aneh nih" kata Zoelkamdi kepada Dul Rohim. "Naaah kaaan, saya bilang juga apa Bang, jangan-jangan ruh dari orang yang meninggal di sebelah tadi siang kali" kata Dul Rohim jadi tambah takut sambil merepatkan badannya ke badan Zoelkamdi. "Iya..., sepertinya aneh nih malam, eh Dul, jantung saya jadi deg-degkan nih, bulu kudukpun sudah pada berdiri semua, waaaah..., aneh nih malam!!!" kata Zoelkamdi membenarkan perkataan Dul Rohim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dua orang cowok ganteng yang sedang ketakutan itu, Siti Nurjannah dan Mariam pun jadi tambah tertawa cekikikan. "Hi hi hi..., Mariam, lihat tuh, mereka bisa merasakan kedatangan kita di sini, dan kelihatannya mereka jadi takut, yuk kita tegur mereka bahwa kita ada di sini supaya mereka tidak tambah takut karena tidak bisa melihat kita" kata Siti Nurjannah. "Eh jangaaannn..., nanti mereka tambah takut" kata Mariam mencegah. "Enggak kok, mereka kan sudah kenal sama saya, mana mungkin mereka takut, mereka takut itu karena kita tidak terlihat oleh mereka" kata Siti Nurjannah menegaskan. "Ok deh kalau begitu, mari kita memperlihatkan diri kita" kata Mariam mengalah. Lalu Siti Nurjannah dan Mariam pun mengerahkan seluruh energinya supaya bisa terlihat oleh Zoelkamdi dan Dul Rohim. "TTRRREEEEENNNGGGG......!!!" nampaklah Siti Nurjannah dan Mariam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas saat Dul Rohim menoleh ke atas tempat menyimpan buku, "HHHAAAHHH... ASSS... ASSSTAAGGG....ASSSTAAGGGGGG...." si Dul Rohim gelagapan tak bisa meneruskan kata-katanya. "Heeiii Dul, kenapa lo..., kok jadi gelagapan begitu!!!" kata Zoelkamdi bertanya keheranan karena melihat Dul Rohim jadi gagap dan pucat penuh keringan dingin. "AASSS... AASSSSTAGG...ASSTAAAGGGGG..." kata Dul Rohim masih gelagapan dan tanpa terasa celananya sudah basah di banjiri kencing. "Eh Dul!!! Kenapa lo jadi kencing di kamar gue!!! EEEE... enak aja lo, emang kamar gue toilet apa, kenapa siiiihhh???" si Zoelkamdi jadi marah bercampur gemetaran. Lalu Dul Rohim menunjuk ke arah atas, tempat penyimpanan buku lalu pingsan. Zoelkamdi yang telah mendapat petunjuk dari Dul Rohim lalu melihat ke atas juga, "HHUUUAAAAAHHHHH!!!!! A...A...A...ADA...ADA...ADA SSSSEEETAAAAAAAAANNNNN!!!!!" Zoelkamdi pun terperanjat sangat kaget karena telah melihat wujud dari Siti Nurjannah dan Mariam. "WWAAAAAA..... KAGAK KUAAAAAAAATTTTT!!!!!" kata Zoelkamdi langsung pingsan dibarengi dengan banjir lokal juga menyusul Dul Rohim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hi hi hi hi hi...., nah kan..., apa saya bilang Siti, mereka tidak akan sanggup melihat wujud asli kita setelah kita mati, tuh, pada pingsan sambil berenang kan jadinya" kata Mariam dengan tertawa cekakakan yang ditahan karena takut suaranya terdengar sampai ke Tuan Rumah Green Crescent yang sedang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Mariam pun mengajak Siti Nurjannah keluar kamar dua Mahasiswa Indonesia itu untuk bermain di taman, di rumah Siti Nurjannah semasa hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113636979933508791?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113636979933508791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113636979933508791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113636979933508791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113636979933508791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2006/01/cerpen-siti-nurjannah-dan-mariam.html' title='Cerpen: Siti Nurjannah dan Mariam'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113558830311365389</id><published>2005-12-26T15:59:00.001+07:00</published><updated>2008-10-31T07:15:13.655+07:00</updated><title type='text'>Selamat Natal dan Tahun Baru 2005</title><content type='html'>Maha Suci Allah SWT, yang telah menciptakan manusia dengan berbangsa-bangsa, bersuku-suku dan berlainan jenis antara satu dengan lainnya. Salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan Nan Mulya, Rasulullah Muhammad SAW yang selalu bersifat kasih dan sayang kepada ummatnya, beserta para keluarganya, para sahabatnya dan insyaAllah sampai kepada kita para pengikutnya. Aamiin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 25 Desember 2005 yang lalu, merupakan hari yang sangat spesial bagi ummat Christiani dimana pada hari itu dirayakannya hari Natal di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu, semua ummat Christiani berbagi rasa dan berbagi kesenangan dengan saling bersilaturahim dan berbagi hadiah pemberian untuk orang lain antara satu dengan lainnya. Hal ini menarik untuk disimak seperti yang telah dilakukan oleh saudara kita, Bang Fatih, di dalam postingannya di milis PPI-India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal ini menarik...? Karena di dalam perayaan Natal tersebut ada nilai-nilai Ketuhanan di dalamnya seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu rasa..., sifat inilah yang menjadi landasan dirayakannya hari Natal pada tanggal 25 Desember itu, karena semua milik kita yang ada, yang telah diberikan Tuhan, apalagi berlebih, adalah juga menjadi sebagian haknya dari orang lain yang tidak mampu. Maka, pada hari Natal itu, semua ummat Christiani berusaha membagi kesenangan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Kasih..., sifat cinta kasih merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana sifat ini, dapat pula dimiliki oleh manusia yang sudah mengerti akan hakekat kehidupan di dunia ini. Apa hakekat kehidupan ini ? Hakekat kita hidup di dunia ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan kita dengan Tuhan dan hubungan kita dengan manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kita dengan Tuhan adalah untuk selalu beribadah kepadaNya siang dan malam karena itu merupakan wujud dari ungkapan rasa terima kasih kita kepada Tuhan atas nikmat-nikmat yang telah diberikanNya kepada kita. Hubungan kita dengan manusia adalah untuk saling kenal-mengenal antara satu dengan lainnya, dengan melakukan hal-hal yang bersifat kebaikan seperti menasehati, membimbing, memperhatikan, bekerjasama, menolong dan lain sebagainya. Bukan dengan melakukan sifat-sifat yang buruk seperti merampas hak-hak orang lain apalagi sampai berperang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan moment yang sakral bagi ummat Christiani ini, mari kita saling berbagi rasa, saling menghargai dan berbagi cinta kasih antara sesama makhluk Tuhan. Tiada lagi permusuhan, tiada lagi buruk sangka, tiada lagi ketakutan atas kekerasan apalagi kekerasan itu sendiri.&lt;br /&gt;Untuk itu, kepada saudara-saudaraku setanah air yang beragama Kristen, saya mau mengucapkan: Selamat Natal dan Tahun Baru 2005, semoga Allah SWT selalu memberkahi kita semua. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Fadllan Achadan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mahasiswa Aligarh Muslim University, Aligarh - India.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113558830311365389?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113558830311365389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113558830311365389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113558830311365389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113558830311365389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/opini-selamat-natal-dan-tahun-baru.html' title='Selamat Natal dan Tahun Baru 2005'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113558435562278108</id><published>2005-12-26T13:58:00.000+07:00</published><updated>2006-01-05T18:49:48.266+07:00</updated><title type='text'>Cerpen: Cintaku di India (Bag. 1)</title><content type='html'>"Krrriiiiiiinnnngggg....!!!" jam beker di meja belajarku telah berteriak dengan kerasnya untuk membangunkanku dari kekhusyu'an dalam tidur yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hhhmmmm whhuuoooaaaahhh..." seraya meregangkan seluruh badan sambil menguap, aku mencoba untuk duduk bersandar supaya rasa kantuk yang sangat berat hilang dari peredaran tubuhku.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukedipkan dan kuusap mata yang sudah penuh dengan belek sambil melihat ke arah jam beker yang berbunyi. Kulihat waktu yang tertera di jam beker sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haaahhh!!! Sudah jam tujuh!!!" kataku terperanjat karena ternyata aku bangun kesiangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat aku beranjak dari tempat tidurku walaupun masih saja tubuhku ini merasa seperti berada di dalam kapal laut. Kusambar handuk yang tergantung di dinding, kuambil sikat gigi dan shampo yang terletak di lemari lalu pergi beranjak mandi. Kututup pintu kamar mandi rapat-rapat supaya para pembaca tidak bisa melihatku saat mandi di kamar mandi. "Heheheh... Sorry La Yaooo". "Kling..." sambil mengedipkan mata ke arah pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mandi dan berpakaian rapih, kubuka jadwal yang tertera pada buku catatan kegiatanku hari ini. Ok, ternyata kegiatanku hari Minggu ini adalah pergi ke toko buku untuk mencoba membeli buku terbitan terbaru yang ada di toko buku shamshad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil sepeda warisan dari teman-teman yang telah memberikannya kepadaku untuk dipakai kuliah, kubersihkan sepeda itu dari debu yang menempel dengan kain lap yang tergantung di dinding garasi Prof. Shabier, tuan rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gosok sana gosok sini, "Tik Hai..." sepedaku sudah bersih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunaiki sepeda warisanku dengan perlahan karena aku takut kalau ngebut di jalan akan tertabrak mobil atau motor yang lalu lalang di jalan raya Medical Road, pembaca tahu kan, seberapa sablengnya orang India kalau mengendarai kendaraannya, apalagi... sepedaku itu tanpa rem, wuihhh... kalau sempat tertabrak, habislah kita apalagi di India ini TIDAK ADA GARANSI untuk PARA KORBAN TABRAKAN karena mereka akan bersifat biasa-biasa saja setelah terjadi kecelakaan, berbeda dengan di Indonesia, para korban bisa menuntut biaya pengobatan atau perbaikan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulaju sepeda menuju toko buku di daerah Shamshad. Toleh kanan..., toleh kiri..., karena disepanjang jalan, banyak sekali cewek-cewek India yang cuantik-cuantik hilir mudik dengan menggunakan rikshaw, sejenis becak yang dikemudikan dari depan tanpa penutup untuk menghindari panas terik matahari dan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebentar lagi sampai di Shamshad, karena saking asyiknya memandangi cewek-cewek yang lewat, tiba-tiba.... "Bbrraaakkk!!!..." sepedaku menabrak sebuah rikshaw yang melintas di depanku. Ternyata, rikshaw yang melaju dari seberang jalan itu mau belok ke arah jalan yang sedang kulintasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduuuhhh..." rintihku karena aku merasa ada yang luka pada kakiku. Kulihat sepedaku sudah tergeletak dengan kondisi roda depan bengkok dan sebagian jari-jari rodanya patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengerumuni kami tetapi bukan untuk menolong, hanya sekedar melihat. Aku langsung saja menuju korban yang menaiki rikshaw itu untuk menolongnya dengan membiarkan tukang rikshawnya kesakitan sendirian. "Lagian, kenapa belok sembarangan" kataku dalam hati kepada tukang rikshaw itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, korban yang menaiki rikshaw itu adalah seorang cewek cantik berkerudung dengan menggunakan baju sari warna biru muda, berambut panjang dikepang dua. Kutolong ia untuk berdiri sambil berkata, "Are you is ok, mam?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab dengan hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan kata-kata sepatahpun. "Oh, Alhamdulillah, ia baik-baik saja" kataku dalam hati dengan jantung yang deg-degkan karena baru kali ini aku menolong seorang gadis yang kecelakaan karena aku tabrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ia membersihkan pakaiannya dari kotoran yang melekat akibat tergeletak di tanah tadi, lalu kupalingkan muka ke arah tukang rikshaw, kulihat ia meringis kesakitan sambil marah-marah kepadaku karena menabraknya. Hihihi..., aku hanya tersenyum saja kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya ternyata baik-baik saja, dan cewek cantik itu telah kembali menaiki rikshaw lalu mereka berlalu, akupun pergi sambil menenteng sepeda yang rusak ke arah tukang bengkel sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, walaupun sepeda rusak dan kakiku sakit karena keseleo, tapi yang penting, cewek yang kutabrak itu tidak apa-apa" kataku dalam hati. (Bersambung)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Fadllan Achadan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Aligarh - India&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113558435562278108?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113558435562278108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113558435562278108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113558435562278108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113558435562278108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/cerpen-cintaku-di-india-bag-1.html' title='Cerpen: Cintaku di India (Bag. 1)'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113411016672385590</id><published>2005-12-09T13:32:00.001+07:00</published><updated>2008-10-31T07:14:43.598+07:00</updated><title type='text'>Duh Malunyaaa</title><content type='html'>MasyaAllah...., bukan kepalang malu sekali rasanya setelah membaca surat kabar terbitan India, The Times of India, yang memberitakan tentang peringkat 10 besar negara-negara yang terkorupsi. Yang membuat malu adalah fakta yang ditulis di surat kabar tersebut menyatakan bahwa Negara Indonesia adalah negara yang berperingkat 1 di dalam hal korupsi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduuuuh malunya bukan main..., terlebih-lebih ada salah seorang temanku dari Negara Oman yang melihatnya dan bertanya kepadaku mengapa hal tersebut bisa terjadi padahal Negara Indonesia adalah negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Mendengar pertanyaannya..., aku hanya bisa nyengir kuda dan memilih diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Negara Indonesia adalah negara yang berpenduduk orang Islam (Muslim) terbanyak di dunia, namun, tidak semua dari mereka yang benar-benar bagus (Hanif dan Hasan), kebanyakan dari mereka adalah hanya menyandang gelar "Orang Islam" di Kartu Tanda Penduduk" nya saja, tetapi bisa bertindak lebih dari Abu Jahal yang Kafir. MasyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Korupsi di Negara Indonesia sudah bukan lagi barang baru tetapi sudah menjadi trend dan gaya hidup. Mulai dari pejabat kecil (RT) sampai dengan pejabat besar (Presiden), semuanya sudah tidak bisa lagi menghindari yang namanya korupsi. Apakah itu mulai dari korupsi waktu sampai dengan korupsi uang, semuanya ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, negara kita itu sekarang sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat membawa negara ini lepas dari keterpurukan di segala bidang, baik ekonomi, politik, hukum, sosial dan lain sebagainya. Tetapi, mengapa malah SDM kita sendiri yang melubangi lantai bahteranya sehingga terdapat kebocoran disana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Masyarakat Indonesia !!! Sadarlah !!! Apakah kita mau tenggelam ke dasar lautan yang dalam dan gelap ? Apakah kita tidak mau bersama-sama menikmati kejayaan dan kebanggaan diri sebagai Bangsa Indonesia ? Oh... came on..., kita semua pasti mau kan melihat Negara kita berdiri tegak dengan megahnya di antara bahtera-bahtera yang lain. Bersama-sama mengembangkan layar melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan bekal Iman dan Taqwa menuju pulau yang indah yang berisi dengan keadilan, kedamaian, kesejahteraan, kebersamaan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli filosofi Islam, bila kita ingin mendirikan suatu negara yang benar-benar berwibawa, tangguh, dan maju, maka sudah seharusnya penduduk negeri itu berbenah diri dengan melakukan tindakan yang telah diperintahkan oleh Allah swt, dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Dimana Allah swt, dan Rasulullah Muhammad saw, menyuruh kita untuk melakukan suatu kebaikan dan meninggalkan suatu kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang diperintahkan oleh Allah swt, yang utama adalah sholat, dimana inti sebuah sholat adalah mengajarkan kita untuk selalu menyebarkan kedamaian karena dengan melaksanakan sholat yang benar, maka dipastikan kita akan dapat menghindari suatu kejahatan / kemungkaran yang bersumber dari dalam diri kita akibat dari dorongan nafsu. Kemudian, kebaikan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw, adalah melaksanakan seluruh sunnah-sunnahnya, supaya kita tahu bagaimana mengolah dunia ini menjadi sesuatu yang bernilai manfa'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi..., mari kita bersama-sama berusaha membangun bangsa kita supaya dapat tegak dan bersinar ke seluruh penjuru negeri dengan pertama-tama berusaha membenahi nilai sholat kita dan meniti jalan hidup Rasulullah Muhammad saw, yang penuh dengan kesederhanaan, kejujuran, keuletan, kedermawanan, keadilan dan lain sebagainya. Semoga, ini bukanlah mimpi tetapi harapan yang akan terwujud. Aamiin aamiin ya rabbal 'aalamiin. Hanya Allah swt, Yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadllan Achadan.&lt;br /&gt;9 Desember 2005,&lt;br /&gt;Aligarh - India.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113411016672385590?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113411016672385590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113411016672385590' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113411016672385590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113411016672385590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/opini-duh-malunyaaa.html' title='Duh Malunyaaa'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113405531412831011</id><published>2005-12-08T22:18:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T13:56:59.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Cerpen: Wanita Tua Itu...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJm2gVRbcI/AAAAAAAAAK4/uVWYIgIRiDI/s1600-h/wanita+tua.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269887600555027906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 118px; CURSOR: hand; HEIGHT: 111px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJm2gVRbcI/AAAAAAAAAK4/uVWYIgIRiDI/s200/wanita+tua.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Uh…oh…uh…akhkhhhh……tidaaaaaak…!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah…hah…hah…" Terengah-engah nafasku seperti habis mengejar sesuatu dengan detak jantung yang terus menderu-deru. "Dug dug…dug dug…dug dug…!". Sudah kedua kalinya mimpi ini terulang didalam tidurku dengan kejadian yang serupa dimana aku melihat seorang wanita tua dengan wajah tidak begitu jelas tertabrak sebuah mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi. Sebelum wanita tua itu tertabrak, sekilas wajahnya menoleh kepadaku dengan senyum bahagia seperti merasa telah puas akan sesuatu. Ya..., mimpi itulah yang tergambar di dalam tidurku untuk kedua kalinya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku terus berdetak sembari memikirkan apa makna dari mimpi tersebut…, tapi…, "Ah…itukan hanya sebuah mimpi…" begitu pikirku. Langsung aku bangkit dari tempat tidur dan merapikannya, kemudian beranjak pergi menuju kamar mandi…, "Byurrr…byurrr…”. “ah segarnya…".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mandi dan berpakaian rapi, kusambar tas kerjaku tanpa menyisakan sedikit waktu untuk sarapan pagi. "Dimaaan…, mobil sudah siap?" tanyaku kepada pembantu rumah. "Su…sudah, Pak!" teriaknya. Kuhidupkan mesin mobil, lalu tidak lama kemudian, perlahan kujalankan mobil menuju pintu gerbang di depan rumah. Secara otomatis pintu gerbang di depan rumah terbuka…dan tiba-tiba…, aku dikejutkan oleh seorang wanita tua dengan pakaian lusuh dan kotor, rambutnya semerawut hampir menutupi sebagian wajahnya, sedang memeluk sebuah tas kecil berwarna biru muda - warna kesayanganku - menghalangi jalan mobilku. Tatapan matanya menyorot tajam kepadaku seolah-olah ingin berkata sesuatu denganku. "A…a…a…" suara gagu dari wanita tua itu berusaha ingin berkata-kata. Dengan tangannya yang kotor, wanita tua itu menjulurkan tas kecilnya kepadaku supaya aku mengambilnya. "Man…Dimaaan…" kupanggil pembantuku. Dengan tergopoh-gopoh dia datang menghampiriku. "A…ada apa Pak?" tanyanya. "Coba kau halau wanita itu, aku sudah telat nih!" perintahku. "I…iya Pak" kata Diman. Setelah wanita tua itu dihalau oleh Diman, langsung kutancap gas melajukan mobilku dengan cepat menuju kantor. "Dasar pengemis…" kataku mengumpat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari sudah sore. "Hmmm…, waktu sudah sore nih, sudah waktunya pulang" kataku dalam hati. Kubereskan semua berkas-berkas penting pekerjaanku lalu kupanggil Shanti, sekretarisku, untuk bilang bahwa aku mau pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya aku di depan pintu gerbang rumah, kulihat wanita tua yang tadi pagi menghalangi mobilku tertidur di pinggir pagar dengan keadaan duduk sambil meluruskan kedua kakinya, sedangkan kedua tangannya memegang erat tas kecil berwarna biru muda itu, yang didekapkan ke dadanya. Selintas aku jadi iba melihatnya, tapi akhirnya aku tidak memperdulikan wanita tua itu dan langsung masuk ke dalam rumahku yang mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berada di kamarku, aku pergi mandi dan kemudian ketika tubuhku terasa letih, kubaringkan badanku di atas kasur empuk berisi bulu angsa yang kupesan dari Belanda, dan…akhirnya aku tertidur. “zzz…zzz…zzz”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah…uh…oh…akhkhhhh……ti…tidaaaaaak…!!!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi mimpi buruk itu terulang kembali untuk ketiga kalinya, dan kali ini wajah wanita tua yang berada di dalam mimpiku sangat jelas sekali wajahnya, yaitu…, sama persis seperti wanita tua yang berada di depan pintu gerbang rumahku. "Huh dasar unlucky…" kataku dalam hati. "Kenapa ya…, aku jadi bermimpi tentang wanita tua itu? Ada apa ini…?" tanyaku dalam hati untuk menebak arti dari mimpi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri dan menuju pintu kaca yang menghadap ke pintu gerbang depan rumahku. Kulihat di sana jalan telah sepi, tidak ada satupun kendaraan yang melintas di sana. Lalu aku turun ke lantai bawah dan keluar menuju pintu gerbang depan rumah, kubuka gerbang dan kucari wanita tua yang tidur di samping pintu gerbang. Namun, setelah kutelusuri daerah depan rumah, ternyata wanita tua itu sudah tidak ada. "Kemana dia…?" pikirku. Rasa penasaran di dalam diriku timbul untuk mencari wanita tua itu, langsung saja kubangunkan Diman untuk menyiapkan mobil dan kuajak dia ikut serta untuk mencari wanita tua tersebut. "Brrrmmm….." mobilku melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kukelilingi komplek dilingkungan perumahan, setelah selesai keliling komplek dan ternyata wanita tua itu memang tidak ada di sana, maka kuputuskan untuk mencarinya diluar komplek. Langsung kutuju tempat-tempat pemberhentian bus atau halte yang biasa dijadikan tempat tidur bagi pengemis dan gelandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam berlalu, namun wanita tua itu tidak juga ketemu. "Huh…kemana dia ya….?" hatiku terus bertanya-tanya. Tiba-tiba Diman menyeletuk, "Pak…, sebaiknya kita pulang saja karena sebentar lagikan Bapak sudah waktunya kerja di kantor…biar saya saja nanti yang mencari wanita tua itu". "Ok deh…" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami pulang ke rumah dengan tangan hampa. Sesampainya di dalam komplek perumahan dan sebentar lagi sampai di rumahku, tiba-tiba dengan kerasnya Diman berteriak, "Pak! Pak…! Itu dia Pak! Wanita itu! Dia berjalan menuju ke rumah Bapak…". "Mana…mana…? Oh iya ya…" timpalku. Saat kendaraan kami mencoba menghampiri wanita tua itu, tiba-tiba dari arah belakang mobil kami, melintas sebuah mobil kijang dengan kecepatan sangat tinggi dengan suara musik yang kuat sekali. Mobil kijang itu melaju terlalu cepat dan pada akhirnya menabrak wanita tua tersebut. Wanita tua itu terlempar ke samping dan tergeletak di pinggir jalan, sedangkan mobil kijang yang telah menabraknya langsung saja kabur. Kami berdua terpaku dibuatnya…terdiam membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah kejadian tersebut, aku dan Diman langsung berhamburan keluar mobil, menghampiri wanita tua itu untuk memberi pertolongan. Kulihat tubuh wanita tua itu telah berlumuran oleh darah yang keluar dari kepala dan tubuhnya. Kuangkat tubuh tua yang sudah lemah itu untuk secepatnya kubawa ke rumah sakit, namun, sebuah tangan menarik bajuku dengan lemah, dan kulihat wanita tua itu membuka matanya…lalu perlahan dia tersenyum melihatku, tangannya menunjuk sebuah tas berwarna biru muda yang terjatuh. Diman langsung mengambil tas itu dan menyerahkannya kepada wanita tua itu. Wanita tua tersebut menyerahkan tas kecil berwarna biru muda itu kepadaku dengan sebuah senyum puas di wajahnya, kuambil tas itu, lalu dengan perlahan…, wanita tua itu menutup matanya dan…menghembuskan nafas yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan gemetar dan keringat dingin yang keluar dari tubuhku, ditambah dengan perasaan bingung, kubaringkan tubuh wanita tua itu yang sudah tidak bernyawa lagi ke pinggir jalan. Perlahan aku buka tas kecil itu dan kucoba mengambil isinya…, ternyata isi tas kecil itu hanyalah sebuah foto dan sebuah surat keterangan yang berasal dari Rumah Sakit Jiwa. Kuamati gambar di foto itu…, "Hah…?" hatiku kaget, karena gambar foto itu sama persis dengan gambar foto keluargaku yang tersimpan rapi di lemariku, dimana disitu tergambar sepasang orang tua yang masih muda sedang menggendong anak kecil tersayang mereka, yaitu aku…, ya…, sepasang orang tua yang masih muda itu adalah kedua orang tuaku. Aku ingat, bahwa sebelum ayahku meninggal saat aku masih remaja, beliau pernah berkata bahwa ibuku telah meninggal saat aku masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun…, siapakah wanita tua yang tewas ini? Mengapa dia sampai bisa memiliki foto keluargaku?" pikiranku bergejolak. Kemudian aku mengarahkan pandanganku kearah wanita tua itu, kubersimpuh di hadapannya…, dengan perlahan…, kubersihkan darah di wajahnya…dan kuseka rambutnya…, kuperhatikan dengan seksama wajah tuanya…, kubandingkan dengan wajah muda ibuku di dalam foto tersebut…, dengan tubuh yang bertambah gemetar… dan keringat dingin yang terus bercucuran…, kulihat wajah wanita tua itu sama persis dengan wajah ibuku di dalam foto……, sesaat aku terdiam……, lalu…, "IIIIIBUUUUUUUUUUUU……!!!" teriakku sekeras-kerasnya seakan ingin membelah langit atas kesedihan yang kudapat sambil memeluk erat tubuh wanita tua itu yang ternyata adalah Ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Hormatilah…, sayangilah…, dan peliharalah kedua orang tua kita…, selagi kita masih mampu untuk itu…sampai akhir hayat mereka…dan do'akan selalu apabila mereka telah tiada)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Fadllan Achadan&lt;br /&gt;8 Desember 2005,&lt;br /&gt;Aligarh – India.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113405531412831011?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113405531412831011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113405531412831011' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113405531412831011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113405531412831011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/cerpen-wanita-tua-itu.html' title='Cerpen: Wanita Tua Itu...'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJm2gVRbcI/AAAAAAAAAK4/uVWYIgIRiDI/s72-c/wanita+tua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113354337468787663</id><published>2005-12-03T00:06:00.002+07:00</published><updated>2008-11-18T13:51:10.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belenggu'/><title type='text'>Belenggu Sebuah Paradigma / Persepsi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJlaNtngwI/AAAAAAAAAKw/YN-QTfBElvs/s1600-h/belenggu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269886015008899842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 104px; CURSOR: hand; HEIGHT: 113px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJlaNtngwI/AAAAAAAAAKw/YN-QTfBElvs/s200/belenggu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah menciptakan alam semesta dengan begitu indah dan sempurna. Serta salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan Nan Mulia Rasulullah Muhammad saw, beserta para keluarganya, para sahabatnya dan insyaAllah sampai kepada kita para pengikutnya hingga hari akhir. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya. Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah swt, berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". (Qur’an Surat Shaad, ayat 71 – 76).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah swt, dari sekian banyak makhluk ciptaan-Nya, yang diberikan suatu keistimewaan dengan anugerah berupa "ruh" yang ditiupkan secara langsung oleh-Nya. Berbeda dengan makhluk lainnya, seperti malaikat dan iblis yang diciptakan dari unsur cahaya dan unsur api. Manusia walaupun diciptakan dari unsur tanah yang notabene dianggap rendah oleh iblis, namun memiliki unsur suci yang berasal dari Allah swt, yaitu berupa ruh. Ruh inilah yang senantiasa selalu ingin berbuat kebaikan karena ia berasal dari Zat Yang Maha Suci, Allah swt.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan adanya perbedaan ini, maka Allah swt, memerintahkan kepada malaikat dan iblis untuk sujud kepada manusia sebagai rasa penghormatan atas hasil karya-Nya. Semua dari golongan malaikat bersujud, kecuali dari golongan iblis, karena iblis merasa dirinya lebih tinggi dan mulia daripada manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah fenomena yang telah tertulis di dalam Al-Qur’an ini, dapat memberikan suatu pelajaran kepada kita, sebagai manusia, bahwa paradigma atau persepsi adalah lapisan belenggu yang menutupi kesucian. Persepsi dapat tercipta karena pengaruh-pengaruh dari luar yang membentuk paradigma dan pikiran kita. Sedangkan dalam unsur kesucian terdapat suara-suara hati yang bersumber dari percikan sifat-sifat Ilahi. Unsur kesucian yang berisi bayangan sifat Tuhan itu telah built in dalam diri manusia. Ia merupakan kesadaran dasar manusia, yang disebut dengan proto kesadaran. Tetapi tentu tidak dapat dibandingkan dengan derajat ketinggian Tuhan yang memiliki sifat Maha Tinggi, dibandingkan dengan manusia yang hanya "taqarrub" saja, atau manusia cenderung hanya mengikuti sifat dari Penciptanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu paradigma atau persepsi yang dialami oleh iblis telah menghasilkan suatu belenggu dimana iblis telah menganggap dirinya lebih tinggi karena berasal dari unsur api. Api, didalam mata kuliah Kimia, memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanah, dimana api memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada tanah, api memiliki kemampuan memancarkan cahaya terang sedangkan tanah tidak, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belenggu yang terjadi terhadap iblis telah mengakibatkan ia tidak mau menuruti perintah Allah swt, sebagai sumber kesucian, untuk bersujud kepada manusia sebagai tanda penghormatan karena manusia telah diberikan kelebihan berupa "ruh" yang ditiupkan secara langsung oleh-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah…, terkadang manusia-pun dapat terjebak kedalam belenggu-belenggu yang berasal dari paradigma atau persepsi sehingga nantinya akan berdampak negatif terhadap manusia itu sendiri, seperti timbulnya sifat emosi, sifat individualisme, sifat tidak percaya kepada diri sendiri dan orang lain, sifat amplop atau korupsi, sifat kurang bersyukur, sifat egoisme dan yang terparah adalah sifat sombong, serta sifat-sifat negatif lainnya. Apabila semua sifat-sifat negatif telah terbentuk, satu demi satu atau secara keseluruhan, maka sifat-sifat yang berasal dari kesucian Allah swt, seperti keadilan, cinta-kasih, kreatif, kebersamaan, bersyukur, bijaksana, tulus dan rendah hati, dan lain sebagainya, akan tertutupi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini…, semua itu akan kembali kepada kita sebagai manusia, makhluk lemah yang diberikan keistimewaan berupa akal dan hati untuk memilih jalan yang berasal dari Allah swt, ataukah akan memilih jalan yang berasal dari iblis dengan segala belenggu-belenggu yang tercipta dari paradigma atau persepsinya sendiri!.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Referensi: Buku ESQ karangan Ary Ginanjar Agustian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113354337468787663?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113354337468787663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113354337468787663' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354337468787663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354337468787663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/artikel-belenggu-sebuah-paradigma.html' title='Belenggu Sebuah Paradigma / Persepsi'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJlaNtngwI/AAAAAAAAAKw/YN-QTfBElvs/s72-c/belenggu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113354241055214038</id><published>2005-12-02T23:51:00.001+07:00</published><updated>2008-10-31T07:13:41.908+07:00</updated><title type='text'>Induk Istighfar</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;ALLAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA KHOLAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALAA ‘AHDIKA, WAWA’DIKA MASTATHO’TU A’UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHONA’TU ABUU ULAKA BINI’ MATIKA ‘ALAYYA WA ABUU UBIDZANBII FAGHFIRLII FA INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ARTINYA :&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah, hanya Engkau yang menjadikan aku. Aku hambaMu dan aku dalam genggamanMu, aku dalam perjanjian beriman dan bertaubat kepadaMu sekedar kesanggupan yang ada padaku. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui atas dosaku, aku mohon keampunanMu, tidaklah ada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali hanya Engkaulah wahai Tuhanku.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113354241055214038?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113354241055214038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113354241055214038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354241055214038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354241055214038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/doa-induk-istighfar.html' title='Induk Istighfar'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113354221631363108</id><published>2005-12-02T23:48:00.002+07:00</published><updated>2008-11-18T13:47:23.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dosa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taubat'/><title type='text'>Taubat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJkuPO7h4I/AAAAAAAAAKo/_HvVQfoqoyg/s1600-h/taubat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269885259502815106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 98px; CURSOR: hand; HEIGHT: 98px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJkuPO7h4I/AAAAAAAAAKo/_HvVQfoqoyg/s200/taubat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Taubat berasal kata taaba – yatuubu – taubatan yang secara bahasa berarti kembali, kembali yang bagaimana? Yakni, kembalinya seorang hamba kepada Tuannya dari segala perbuatan dosa yang pernah dilakukannya baik secara sengaja atau tidak sengaja, dahulu, sekarang dan yang akan datang. Siapakah Tuannya? Yaitu, Allah swt. Dari makna tersebut bisa kita pahami bahwa dengan bertaubat secara sungguh-sungguh (tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa) maka segala dosa-dosa yang pernah dilakukan akan hilang atas ampunan dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk dosa-dosa kecil, itu bisa dihapus dengan amalan-amalan saleh. Maka untuk dosa-dosa besar seperti syirik, zina, membunuh, dan lainnya hanya bisa dihapus dengan taubat (QS 4: 48). Dengan begitu, taubat berarti memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan seorang hamba dalam perbaikan dirinya menuju yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Syech al-Nawawi, jika dosa yang dilakukan itu berada dalam koridor hubungannya dengan Allah swt, maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar taubatnya diterima, yaitu:&lt;br /&gt;1. Meninggalkan perbuatan dosa tersebut&lt;br /&gt;2. Menyesal karena telah melakukannya&lt;br /&gt;3. Berjanji untuk tidak mengulanginya lagi&lt;br /&gt;Namun kata beliau, jika dosa yang dilakukan itu terhadap sesama manusia, maka harus ditambah dengan syarat yang ke-empat, yaitu mengembalikan atau memenuhi hak orang yang disakiti tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Taubat harus dilakukan dengan segera tanpa menunggu ajal menjelang. Taubat yang dilakukan ketika nyawa sudah dikerongkongan merupakan taubat yang sia-sia. Firman Allah swt, "Sesungguhnya taubat di sisi Allah swt, hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera. Maka, mereka itulah yang diterima Allah swt, taubatnya; dan Allah swt, Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah swt, dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang’. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedangkan mereka didalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih". (QS an-Nisaa : 17-18).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah saw, bersabda, "Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah swt, dan mintalah ampunan-Nya, karena aku pun bertaubat kepada-Nya dalam sehari, seratus kali." (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika seseorang telah melakukan suatu taubat maka hatinya akan bersih, bersih dari segala sifat-sifat yang bisa membawanya kedalam jurang Neraka. Taubat juga merupakan sumber kedamaian dan ketenangan hati. Dan, dari ketenangan itulah semoga muncul solusi dari segala problematika hidup yang kita hadapi. Maka, marilah kita awali hari-hari kita dengan bertaubat kepada-Nya. Wallahu a'lam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Fadllan Achadan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Aligarh-India.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113354221631363108?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113354221631363108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113354221631363108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354221631363108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354221631363108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/artikel-taubat.html' title='Taubat'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJkuPO7h4I/AAAAAAAAAKo/_HvVQfoqoyg/s72-c/taubat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113354172889587226</id><published>2005-12-02T23:38:00.002+07:00</published><updated>2008-11-18T13:37:23.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wajah'/><title type='text'>Hikmah Sebuah Wajah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJiL1Cer1I/AAAAAAAAAKg/PD_ULc2R7as/s1600-h/wajah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269882469332463442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 121px; CURSOR: hand; HEIGHT: 81px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJiL1Cer1I/AAAAAAAAAKg/PD_ULc2R7as/s200/wajah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Subhanallah, Maha Suci Allah swt, Tuhan Yang serba Maha dengan segala penciptaan-Nya. Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu di alam semesta ini telah memberikan kepada kita ummat manusia tanda-tanda kekuasaan-Nya. Salah satunya adalah wajah yang dimiliki oleh manusia. Mengapa dengan wajah manusia? Kalaulah kita mau memperhatikan semua wajah-wajah yang ada pada manusia, tentunya akan ada hikmah yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian bentuk wajah yang dimiliki oleh seluruh ummat manusia, mulai dari Adam sampai kepada manusia yang baru lahir sekalipun, walupun mungkin didalam kenyataannya memiliki kesamaan bentuk sampai kembar identik, tetap saja akan selalu berbeda. Tetapi pada hakikatnya, wajah bukan hanya masalah bentuk saja, yang utama dari wajah, menurut Aa’ Gym, adalah pancaran sinar atau aura yang terpancar dari si pemilik wajah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cobalah kita lihat satu-persatu dari wajah manusia, apakah itu wajah orang tua kita, saudara-saudari kita, teman kita, dan orang lain seperti wajahnya para karyawan, para pekerja kasar atau buruh, para ulama dan para preman sekalipun. Pasti akan memberikan suatu dampak yang berbeda-beda kepada hati kita. Mungkin ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Mengapa? Apakah karena bentuk hidung atau mata yang salah? Apakah karena warna dari kulit wajah tersebut? Tentu tidak demikian kan, karena ada yang memiliki sorot mata yang tajam dengan alis yang tebal tetapi bibirnya penuh dengan senyum. Adalagi yang memiliki raut wajah menyeramkan tapi selalu ramah dan baik hatinya, atau ada yang memiliki wajah ganteng tetapi ternyata preman, tukang todong, tukang korupsi dan lain sebagainya. Sehingga dengan adanya fenomena ini, kita dapat belajar dari wajah seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya jadi teringat ketika saya belajar dengan salah seorang guru di Palembang, Sumatera-Selatan. Ketika saya dan murid-muridnya yang lain, memandang wajah beliau, terasa sekali sangat menyejukkan hati bagi siapa saja yang memandangnya. Padahal kalau mau dikatakan, wajah beliau termasuk yang biasa-biasa saja. Tidak memiliki hidung yang mancung, kulit yang putih, namun, terasa sejuk bila memandangnya, seperti sebuah lahan kering yang mendapat siraman air irigasi. Bahkan, bisa-bisa kita menangis dibuatnya. Apakah rahasia yang terpancar dari wajah beliau? Aura apakah yang menyelimuti wajahnya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal tersebut membuat saya tertarik untuk mengungkapnya sehingga sampai pada beberapa kesimpulan, yaitu: ternyata beliau tidak pernah lepas dari wudhu, selalu tersenyum manis dan memusatkan perhatian kepada siapa saja yang sedang berbicara dengannya sehingga orang yang menjadi lawan bicara merasa dihormati dan dihargai, dan tawadhu terhadap segala sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemuramdurjaan, ketidakenakan, dan kegelisahan itu muncul karena kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita sebagai yang paling utama. Makanya, kita sering melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil membaca sesuatu. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh dan daya pancar yang kuat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah. Tentu bukan untuk meremehkan, tapi mengambil teladan wajah yang baik dan menghindari yang tidak baik. Lalu praktikkan dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, belajarlah untuk mengutamakan orang lain, walaupun hanya sesaat saja sehingga akan terpancar dari wajah kita suatu aura atau nur yang menentramkan. Wallahu a'lam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Hamba Allah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Fadllan Achadan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mahasiswa Aligarh Muslim University, Aligarh-India.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113354172889587226?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113354172889587226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113354172889587226' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354172889587226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354172889587226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/artikel-hikmah-sebuah-wajah.html' title='Hikmah Sebuah Wajah'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJiL1Cer1I/AAAAAAAAAKg/PD_ULc2R7as/s72-c/wajah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113354106305601155</id><published>2005-12-02T23:22:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T13:31:14.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen dan Puisi'/><title type='text'>Puisi: Mengapa Kita Takut Dengan Mati...?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJgthHGW7I/AAAAAAAAAKY/tpjq1JYssno/s1600-h/death.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269880849075428274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 109px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJgthHGW7I/AAAAAAAAAKY/tpjq1JYssno/s200/death.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mati…, empat huruf yang dapat membuat manusia takut&lt;br /&gt;Mati…, empat huruf yang dapat membuat manusia kecut&lt;br /&gt;Mati…, empat huruf yang dapat membuat manusia ciut&lt;br /&gt;Mati…, empat huruf yang dapat membuat manusia kalut&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenapa harus takut ?&lt;br /&gt;Kenapa harus kecut ?&lt;br /&gt;Kenapa harus ciut ?&lt;br /&gt;Kenapa harus kalut ? &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Apakah karena amal yang kering ?&lt;br /&gt;Apakah karena diri yang berpaling ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bukankah bila amal banyak kita tetap mati ?&lt;br /&gt;Bukankah bila diri selalu ingat kita tetap mati ? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Siap tidak siap kita akan mati…&lt;br /&gt;Siap tidak siap kita akan dipanggil kehadiratNya… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Amal banyak…amal sedikit…pasti mati…&lt;br /&gt;Diri ingat…diri berpaling…pasti mati… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Jadi…, kenapa harus takut mati ? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dengan kematian kita akan bertemu Sang Khalik&lt;br /&gt;Dengan kematian kita akan bertemu Sang Penguasa Alam &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bukankah kita seharusnya senang ?&lt;br /&gt;Bukankah kita seharusnya gembira ria ? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bertemu dengan Yang Maha Indah…&lt;br /&gt;Bertatap muka dengan Yang Maha Sempurna… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Jadi…, kenapa harus takut dengan yang namanya mati ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Fadllan Achadan&lt;br /&gt;22.30 : 30 Januari 2005&lt;br /&gt;Aligarh - India&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113354106305601155?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113354106305601155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113354106305601155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354106305601155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113354106305601155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/puisi-mengapa-kita-takut-dengan-mati.html' title='Puisi: Mengapa Kita Takut Dengan Mati...?'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJgthHGW7I/AAAAAAAAAKY/tpjq1JYssno/s72-c/death.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113353974447200757</id><published>2005-12-02T23:00:00.002+07:00</published><updated>2008-11-18T13:26:33.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='era digital'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bilangan Biner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer'/><title type='text'>Era Digital</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJf2iA1aII/AAAAAAAAAKQ/0sNVT0OfHKM/s1600-h/era+digital.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269879904424781954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 137px; CURSOR: hand; HEIGHT: 103px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJf2iA1aII/AAAAAAAAAKQ/0sNVT0OfHKM/s200/era+digital.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi para pembaca yang mendapat penjurusan kelas A1 atau kelas IPA ketika duduk di bangku SMU, masih ingatkah dengan pelajaran Bilangan Digital? Ya…, di dalam pelajaran tersebut kita dikenalkan dengan dua angka yang sangat berpengaruh di dalam era teknologi sekarang ini, yaitu: angka nol (0) dan angka satu (1). Angka nol (0) dan angka satu (1) di dalam Bilangan Digital dinamakan Bilangan Biner, dimana, Bilangan Biner tersebut tidak pernah mengenal angka lain selain angka nol (0) dan angka satu (1) saja. Nah…, Bilangan Biner inilah yang telah mengubah suatu zaman menjadi Era Digital, yaitu dengan keberadaannya alat-alat digital seperti; kalkulator, televisi dan sampai kepada alat yang paling canggih saat ini yaitu komputer.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang terjadi dengan manusia, Bilangan Biner akan melahirkan pula peradaban manusia yang paling tinggi, yaitu Manusia Digital. Manusia Digital adalah manusia yang hanya mengenal angka nol (0) dan angka satu (1) saja didalam berprinsip hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Angka nol (0) adalah lambang kesucian hati dan fikiran, sedangkan angka satu (1) adalah lambang Tuhan, atau hanya berprinsip kepada Allah Yang Maha Esa. Atau dengan kata lain: Laa (0) ilaha illa Allah (1). Inilah yang dinamakan Era Digital Manusia, yaitu suatu era dimana manusia menjadi tulus dan ikhlas (0) karena berprinsip kepada Allah (1) dan tidak menuhankan yang lainnya (0). Sehingga seluruh potensinya yang tak terhingga (¥ ) muncul. Rumus: (1 / 0 = tak terhingga ).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Spiritual berasal dari kata spirit, yang dapat diartikan murni. Apabila menggunakan Bilangan Biner – setelah melalui proses penyaringan hati (melalui angka nol) – maka manusia akan menemukan kemurnian spiritualitas. Artinya, apabila manusia berjiwa jernih (0), maka ia akan menemukan potensi mulia dirinya, sekaligus menemukan siapa Tuhannya (1), atau prinsip yang sesungguhnya. "Apabila engkau mengenal siapa dirimu, maka engkau akan mengenal siapa Tuhanmu". (Al-Hadith).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengenal siapa Tuhan sebenarnya, berarti mengetahui apa tujuan hidup tertinggi. Ia mengenal sifat Tuhannya. Ia mengenal keinginan Tuhannya, dan ia mampu membaca rambu-rambu atau rules yang tertulis pada alam semesta melalui pengenalan terhadap jati dirinya sebagai wakil Tuhan. Ia mampu menempatkan diri di tengah masyarakat, bahkan mampu membawa lingkungannya ke arah peradaban yang sesuai dengan hati nurani terdalam. Inilah yang dinamakan "High Tech High Touch", yang diimpikan oleh John Naisbitt.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat manusia menempatkan dirinya pada posisi zero paradigm, maka jati diri yang penuh potensi dan yang selama ini tertutupi oleh berbagai belenggu itu akan muncul, sehingga memungkinkan bagi Cahaya Ilahi untuk memancarkan sinarnya kembali. Cahaya Ilahi itu berupa sinar keadilan, kebersamaan, kedamaian dan kasih sayang, yang didambakan oleh seluruh insan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa yang terjadi saat ini, masyarakat mempergunakan teknologi digital hanya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saja. Sedangkan mental manusia pengguna teknologinya terbelakang, atau bisa dikatakan masih analog! Sehingga terjadi kepincangan. Mereka telah menggunakan laptop, telepon genggam, e-mail, yang merupakan hasil teknologi digital dan diciptakan dari konsep Bilangan Biner nol dan satu, namun banyak dari mereka yang justru mengalami stress atau gangguan kejiwaan, serta tindak kejahatan dimana-mana. Mengapa? Karena yang digital itu baru perlengkapan (piranti)-nya saja, belum mencakup mentalnya. Mental yang dimiliki oleh orang-orangnya masih tetinggal di belakang, kalah dengan kecepatan sistem digital itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dikatakan tertinggal atau terbelakang? Karena orang-orangnya justru menjadi "budak" dari perlengkapan/piranti digital tadi, sehingga tanpa disadari, yang seharusnya manusia menjadi subjek malah terbalik menjadi objek teknologi, objek materialisme, objek hedonisme dan objek dari keduniawian. Inilah yang kemudian disebut dengan spiritual analog, yaitu bilangan 1, 2, 3, 4,…..dan seterusnya. Mereka kehilangan jati diri, karena membiarkan dirinya menjadi korban atau budak kemilaunya dunia, hamba dari teknologi digital.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jati diri manusia bersumber dari Tuhan. Tuhan dilambangkan dengan ke-Esa-an-Nya, tunggal atau satu. Begitu pula jati diri manusia, ia harus bersih (0), agar jati diri yang sesungguhnya menjadi muncul (1). Maka pada saat itu akan lahir era peradaban manusia tertinggi di muka bumi. Manusia Digital dan Teknologi Digital. Mengapa demikian? Karena potensi dahsyat alam bawah sadar spiritualitas hanya bisa ditransformasikan melalui transformasi digital 0 dan 1, tidak bisa melalui bilangan yang lain (analog).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konsep digital, tidak hanya bisa ditemukan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi hikmah ini justru bisa diperoleh di ritual Haji. Sebelum para Haji melaksanakan thawaf, maka mereka harus men-zero-kan dirinya (0) di saat wukuf di ‘Arafah. Semua berbaju putih dan melepas semua atribut serta belenggu, mensucikan diri dan hati. Ini semua adalah upaya untuk men-zero-kan atau mensucikan hati, hingga mencapai titik nol (0). Setelah wukuf di ‘Arafah, maka berdiamlah di Muzdalifah pada malam hari, anda akan mengenal diri anda di sana, sekaligus Sang Maha Pencipta, dan ini dapat anda rasakan ketika anda merasa nol.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk lebih meyakinkan lagi bahwa kita sungguh-sungguh sudah zero, maka lontarlah semua berhala-berhala yang bersemayam di hati, lakukanlah lontar jumrah, agar penghambaan terhadap materialisme atau apapun selain Allah dimusnahkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua kotoran disaring di ‘Arafah, Muzdalifah dan lontar jumrah, maka anda akan berada pada posisi nol atau zero (0), bebas dari persepsi, bebas dari berhala, bebas dari prinsip duniawi yang membelenggu, maka lahirlah kesucian. Semua hijab telah terbuka dan kini muncul sesuatu yang hakiki, fitrah diri. Melalui kacamata yang fitrah dan jernih, maka barulah kita akan melihat Allah SWT (1), dilambangkan dengan thawaf mengelilingi Ka’bah, Laa ilaha illa Allah, yaitu bilangan nol (0) di ‘Arafah dan satu (1) di Ka’bah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun kita tidak berhenti hanya sampai di sini, segeralah bersa’i, bekerjalah dengan teguh seperti Siti Hajar yang pantang menyerah, ikhlas seperti Nabi Ismail A.S., dengan berbekal cinta yang begitu tulus kepada Allah SWT (1).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inilah puncak peradaban yang kelak akan terhampar di muka bumi. Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis digital serta didukung oleh iman dan takwa digital, yaitu lahirnya manusia yang berprinsip nol dan satu, yaitu, tiada tuhan (0) selain Allah (1). Kemudian yang terjadi adalah ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat, dengan kondisi masyarakatnya yang penuh dengan kedamaian, keadilan dan cinta kasih sesama ummat manusia di seluruh muka bumi. Kedamaian, keadilan serta cinta tertinggi dari Asma al-Husna, sifat-sifat terindah milik Allah Azza wa Jalla.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu melihat manusia memasuki Diin Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat". (Q.S. An–Nashr : 1–3).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"&gt;Referensi: Buku ESQ karangan Ary Ginanjar Agustian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113353974447200757?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113353974447200757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113353974447200757' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113353974447200757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113353974447200757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/12/artikel-era-digital.html' title='Era Digital'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJf2iA1aII/AAAAAAAAAKQ/0sNVT0OfHKM/s72-c/era+digital.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113262714440983882</id><published>2005-11-22T09:35:00.002+07:00</published><updated>2008-11-18T13:21:37.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritik'/><title type='text'>Kritikan dan Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJeud-oguI/AAAAAAAAAKI/1oPpUsnHHtg/s1600-h/kritik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269878666391225058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 95px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJeud-oguI/AAAAAAAAAKI/1oPpUsnHHtg/s200/kritik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salammu’alaikum…, segala puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, serta salawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan nan mulya Rasulullah saw beserta para keluarganya, para sahabatnya dan insyaAllah sampai kepada kita para pengikutnya hingga yaumil akhir. Aamiin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya akan mengetengahkan sebuah topik yang berjudul Kritikan dan Kepemimpinan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, sebuah kritikan adalah suatu seni penyampaian pendapat dari seseorang pengkritik yang ditujukan untuk merubah suatu keadaan dari orang atau lingkungan tempat orang yang dikritik menuju suatu perubahan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kritikan dapat berupa kata-kata yang berbentuk nasehat, hujatan atau bahkan berupa kontak fisik secara langsung atau tidak langsung. Nah, kalau yang secara langsung seperti omongan atau kontak fisik kan kalau tidak sesuai bisa dilaporkan ke polisi, tidak seperti halnya dengan yang secara tidak langsung seperti “santet”. (berabe itu mah!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan suatu kritikan, bisa saja melihat dari keadaan dari orang yang akan dikritik, misalnya, memperhatikan darimana ia berasal (Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Irian Jaya, dll.), bagaimana tipe karakter dari orang yang akan dikritik, bagaimana kondisinya saat ini dari orang yang akan dikritik, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan, sebuah kritikan atau bahkan hujatan sekalipun sudah seharusnya merupakan sebuah lonceng yang berbunyi untuk mengingatkan agar ia tidak terlupa atau terlena. Maka daripada itu, ia harus cepat-cepat berbenah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat ini sudah sangat berbeda sekali dengan saat zaman Rasulullah saw dan 4 sahabatnya yang utama, dimana telah banyak yang mengaku mempunyai jiwa kepemimpinan bahkan memang sudah memimpin suatu bidang tertentu yang tidak sanggup mendengar sebuah kritikan atau hujatan, jangankan hujatan, kritikan halus saja ia tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Rasulullah dan 4 sahabatnya masih hidup, mereka dengan tegar dan tabah menghadapi berbagai macam kritikan dan hujatan bahkan kontak fisik sekalipun, mereka menerimanya dengan sabar dan senyuman bahkan dengan tangisan kalau itu memang untuk mamperbaiki ummat dan langsung melakukan perbaikan-perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk di zaman sekarang, orang-orang sudah banyak yang bermental “kerupuk” baru dikritik, belum dihujat, sudah melempem. Nah, untuk orang-orang atau para pemimpin yang tidak tahan dikritik atau dihujat, sudah seharusnya dipertanyakan kepemimpinannya. Mereka tidak boleh, bahkan memang tidak bisa, memimpin suatu bangsa. Apalagi memimpin bangsa Indonesia yang saat ini sedang di dalam keadaan di goncang ombak yang sangat dasyat. Maka sudah barang tentu diperlukan pemimpin yang memang memiliki jiwa kepemimpinan dengan salah satu cirinya adalah bisa menerima berbagai macam kritikan atau hujatan sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, maukah kita menjadi pemimpin negeri kita…? Kalau mau…, mari siapkan diri untuk bisa menerima berbagai macam kritikan atau hujatan yang kasar sekalipun untuk bersama membangun negeri kita yang saat ini memerlukannya. Itu bisa saja kita khan…. Siapa takhuuuut….? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wasalammu’alaikum…. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113262714440983882?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113262714440983882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113262714440983882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113262714440983882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113262714440983882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/11/artikel-kritikan-dan-kepemimpinan.html' title='Kritikan dan Kepemimpinan'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SSJeud-oguI/AAAAAAAAAKI/1oPpUsnHHtg/s72-c/kritik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19030354.post-113215512906414273</id><published>2005-11-16T22:29:00.001+07:00</published><updated>2008-10-31T07:11:12.537+07:00</updated><title type='text'>Aduh Senangnya</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Duuuuh Senangnyaaaa..., sekarang telah aktif blog pribadiku..., tiada kata yang dapat terucapkan selain rasa syukur kehadirat Allah swt, serta rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada akhi Zamhasari alias Izam, yang telah mengajariku membuat blog ini. "Thank you ya akhi Izam..., Allah swt akan memberikan pahala yang sebanyak-banyaknya buat akhi". Nah..., untuk sahabat-sahabat semuanya..., tunggu &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;strong&gt;innersounds&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; mengudara di blogger yah..., jangan lupa loh !!!.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19030354-113215512906414273?l=innersounds.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://innersounds.blogspot.com/feeds/113215512906414273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19030354&amp;postID=113215512906414273' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113215512906414273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19030354/posts/default/113215512906414273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://innersounds.blogspot.com/2005/11/opini-aduh-senangnya.html' title='Aduh Senangnya'/><author><name>Fadllan Achadan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12930930895532846958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://2.bp.blogspot.com/_8hxpIGgntYg/SWsRYmy67pI/AAAAAAAAALo/jhY52pLIgEY/S220/Elan_2(edited).PNG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
